Waktu-kiblat di Mesjid Al Furqon

Citra satelit dari mesjid Al Furqon Bandung. Garis biru menunjukkan arah matahari 29-November-2011 pukul 09:01 WIB. Garis merah menunjukkan arah kiblat. Perhatikan arah kiblat mesjid ini presisi. Perhatikan pula arah matahari searah dengan arah kiblat, inilah yang disebut waktu kiblat. Gambar di atas diambil dari artikel saya: Menentukan kiblat dengan matahari

Kita mengenal yang namanya waktu Dzuhur (Solar Noon) yaitu saat matahari berada pada titik tertinggi. Ada pula yang berkata waktu Dzuhur adalah saat bayangan kita terpendek. Atau ada yang berkata dengan sedikit berbau ilmiah : Waktu Dzuhur adalah saat matahari berada di garis meridian (bujur) tempat kita berada. Mana yang benar? Semuanya benar! Masing-masing mengungkapkannya dengan bahasa yang berbeda.

Boleh dikatakan semua orang tahu apa itu waktu Dzuhur. Tetapi apakah itu waktu-kiblat?? Waktu-kiblat adalah saat bayangan (akibat sinar matahari) dari benda yang tegak lurus mengarah ke kiblat. Bila kita amati bayangan tiang bendera dari pagi hingga sore, pastinya arah bayangan itu berubah-ubah . Nah, pada waktu tertentu bayangan itu akan mengarah ke kiblat. Saat bayangan tiang bendera tadi mengarah ke kiblat itulah waktu-kiblat. Apabila kita bisa tahu waktu kiblat, maka kita bisa menentukan arah kiblat dengan benar. Misalnya kita dapat memeriksa apakah arah kiblat suatu mesjid sudah benar dengan memeriksa bayangan benda yang tegak lurus, katakanlah tiang mesjid, kusen jendela, kusen pintu dan sebagainya.

Oke, sekarang saya tahu, dengan menandai bayangan saat waktu kiblat, kita bisa menentukan arah kiblat dengan benar. Tapi bagaimana kita bisa menentukan waktu kiblat? Gampang kok, catat tanggalnya: Waktu kiblat terjadi pada tanggal 28 Mei pukul 16:18 WIB (9:18 UT) dan 16 Juli pukul 16:27 WIB (9:27 UT). Saat itu arah bayangan matahari di seluruh dunia mengarah ke kiblat, karena saat itu matahari tepat di atas kota Mekah.

Selain waktu istimewa yang hanya terjadi dua kali dalam setahun tadi, sebenarnya waktu kiblat hampir terjadi setiap hari. Tetapi kita harus menghitungnya. Ribet? Tidak juga! Dengan teknologi masa kini, telah tersedia software sehingga komputer yang melakukannya untuk kita. Ketahuilah, datangnya waktu Dzuhur juga harus dihitung dengan prosedur hitungan yang tak kalah rumitnya. Anda dapat mengetahui waktu kiblat secara online disini Menentukan kiblat dengan matahari

Ada dua macam waktu kiblat :

  1. Waktu kiblat berlawanan arah bayangan. Pada saat posisi matahari searah dengan kiblat
  2. Waktu kiblat searah bayangan . Pada saat posisi matahari berlawanan dengan arah kiblat

 

Untuk jelasnya lihat gambar dibawah ini:

Bayangan dengan label A adalah adalah bayangan searah kiblat Bayangan dengan label B adalah bayangan berlawanan dengan arah kiblat. Ketika matahari ada di atas kabah, terjadi bayangan berlawanan dengan arah kiblat seperti label B.

Perjalanan Ke Mesjid Al Furqon

Saya telah menulis halaman web untuk menghitung waktu-kiblat. Tapi saya belum pernah menyaksikan fenomena yang namanya waktu-kiblat. Jadi saya hanya mengetahuinya berdasarkan teori belaka. Untungnya saya bisa melihat di foto waktu kiblat yang beredar di Internet (mungkin tanggal 16 juli 16:27 WIB). Di belakang mimbar mesjid ada celah berupa jendela. Kusen jendela yang tegak lurus akan membentuk bayangan ke arah kiblat. Terlihat arah kiblat mesjid itu sedikit menyimpang. Tampak diletakkan sajadah dengan arah kiblat yang benar. Dengan cara ini arah kiblat mudah dikoreksi.

Jadi ceritanya saya ingin menyaksikan fenomena astronomi yang bernama waktu-kiblat. Sebagai studi kasus, saya mengamati mesjid yang arah kiblatnya presisi (menurut citra satelit) yakni Mesjid Al Furqon yang terletak di kampus UPI.

Sayapun merencanakan akan ke Mesjid itu besok tanggal 29 November 2011, karena itu saya menghitung dulu waktu kiblatnya di halaman web yang telah saya sebut di atas. Hasilnya didapat waktu kiblat adalah pukul 09.01 WIB

Oh ya, karena ini adalah bulan Desember, waktu kiblat yang akan saya amati adalah searah bayangan. Maka datangnya sinar matahari akan datang dari arah pintu masuk mesjid, ini sangat menarik. Bukan dari belakang mimbar seperti gambar sebelumnya.

Maka bersiaplah saya untuk berangkat besok. Sebelumnya jam HP saya cocokkan dengan jam komputer (jam komputer saya telah dikalibrasi sebelummya). Esoknya saya berangkat pukul 8.00 dari rumah. Saat berangkat ada sedikit ketegangan, saya mencari kunci motor tapi tak kunjung ketemu. Di mana kunci sepeda motor saya?? Kalau saya terus mencari dan mencari kunci terus, pastinya nanti bakal terlambat. Ya, sudah naik angkot saja! Tapi jalan macet nggak ya?? Kalau macet saya bakal terlambat sampai di lokasi. Akhinya saya pasrah saja, naik angkot mudah-mudahan jalanan lancar. Ternyata Syukur Alhamdulihah perjalanan lancar, maklumlah di pagi hari kota Bandung sering dilanda kemacetan yang cukup parah. Saya sampai di tempat jam 8.30 WIB.

Kampus UPI masih sepi, tak tampak banyak mahasiswa yang lalu lalang. Di beranda mesjid tampak seorang ibu sedang menyapu lantai mesjid. Karena masih ada waktu (belum jam 09.01 WIB) saya mengambil gambar mesjid yang tampak megah ini :

Jam menunjukkan pukul 8.40, ketegangan kembali melanda pikiran saya. Tiba-tiba awan menutup sang surya. Keteduhan melingkupi bumi. Tak ada bayangan matahari! Padahal sebentar lagi waktu-kiblat tiba. Saya kecewa, jauh-jauh ke sini ternyata gagal. Tapi saya tidak putus asa... saya tunggu saja sampai waktu kiblat terjadi, siapa tahu nanti mendung sirna, cuaca cerah kembali. Saya menghampiri pintu masuk mesjid, tentu setelah melepas sepatu terlebih dahulu. Tampak beberapa mahasiswa sedang asyik dengan laptopnya. Padahal beberapa puluh menit yang lalu tidak ada seorangpun di beranda mesjid, kecuali ibu penyapu tadi. Saya tidak tahu apakah para mahasiswa tengah asyik dengan laptopnya atau memperhatikan tingkah laku saya yang agak ganjil. Saya tidak begitu peduli..

Jam menunjukkan pukul 8.50 dan sesuatu terjadi....awan mulai menghilang, cuaca cerah kembali, bayangan pun muncul kembali. Hati saya kembali ceria, rupanya saya beruntung hari ini. Saya pun mulai mengamati bayangan gerbang di lantai. Aha! saya menemukan sesuatu yang unik, ternyata ubin dipasang simetri terhadap gerbang dan bentuk dari gerbang pun diberi ornamen dengan pola simetri pula Jadi pada waktu-kiblat nanti garis simetri lantai akan berhimpit dengan garis simetri bayangan gerbang, benar-benar pertunjukan yang menarik (setidaknya bagi saya!!). Sayapun menanti dengan sabar sampai kedua garis simetri tadi berhimpit.

Tepat saat garis simetri bayangan dan garis simetri lantai saling berhimpit, saya mendekat untuk mengambil fotonya, seperti inilah gambarnya:

Tak lupa saya juga memgambil gambar foto bayangan tiang gerbang yang kini telah sejajar dengan garis ubin.

Setelah itu, segera saya melihat jam di HP. Jam berapa sekarang?? Ternyata pukul 9.03 padahal menurut perhitungan waktu kiblat pukul 9.01. Mesjid ini salah arah kiblatnya??? Jangan gusar, bukan begitu kawan! Lebih 5 menit atau kurang 5 menit dari waktu-kiblat masih presisi! Jadi kesimpulannya, mesjid ini arah kiblatnya presisi seperti yang kita lihat pada gambar citra satelit di atas.

Dengan hati yang berbunga-bunga saya bergegas pulang, sebelumnya saya mengukur Azimuth magnetik mesjid ini dengan menggunakan sebuah kompas. Kalau ada umur dan kesempatan mungkin saya akan kembali mengunjungi tempat ini tahun depan tanggal 28 Mei 16:18 WIB saat matahari ada di atas kabah. Sekian semoga bermanfaat.

DIEDIT TGL 27 DES 2013. UP LOAD LAGI MAS. ADA SALAH KETIKAN JUGA EUY


Komentar:

Seseorang(2012-01-09 08:02:00)

Menarik juga artikelnya, saya jadi ingin mencoba kalau ada waktu


Silahkan tulis komentar anda: