Sabuk Orion Mengarah ke Kiblat kah?

Pada web blog yang ditulis negara jiran (Malaysia) dikatakan bahwa sabuk Orion mengarah ke Kiblat.. Orion adalah rasi bintang yang paling cemerlang, paling terkenal di seluruh dunia, paling mudah dikenali. Lagi pula sabuk (ikat pinggang) Orion itu mengarah ke Kiblat. Sangat menarik dan luar biasa, bukan? Promosi yang sangat baik agar orang tertarik melihat rasi bintang Orion. Orang Indonesia ikut pula menyebarkan pengetahuan ini. Tapi benarkah sabuk Orion itu mengarah ke Kiblat (kota Mekkah)?. Sebenarnya sabuk Orion yang tampak di Indonesia atau Malaysia hanya kira-kira (tidak tepat benar) mengarah ke kiblat. Artikel ini bermaksud untuk meluruskan hal tersebut.

gambar orion

Ikat pinggang / sabuk Orion terdiri dari tiga bintang yang tampak saling berdekatan, jaraknya hampir sama dan hampir membentuk garis lurus. Bintang pada sabuk Orion bernama Alnitak, Alnilam dan Mintaka. Orang Malaysia menyebutnya Bintang Tiga Beradik Kalau anda ingin melihat sabuk Orion menunjukkan arah kiblat, harus saat Orion ada diatas kepala kita. Sekali lagi harus saat Orion ada di atas kepala kita, bukan saat Orion terlihat condong! Ketika Orion ada ada di atas kepala kita, sabuk Orion membuat garis di langit yang menunjuk ke arah kibat (Mekkah)

Orion terletak di equator langit, karena itu Orion bisa terlihat di atas kepala bila kita melihatnya dari equator bumi. Kalau Orion dilihat dari Canada atau Australia, maka Orion akan terlihat condong, jadi tidak pernah terlihat di atas kepala pengamat.

Fenomena sabuk Orion mengarah ke kiblat itu sebenarnya fenomena lokal yang hanya berlaku di tempat tertentu. Fenomena tadi hanya terjadi bila Orion ada di atas kepala pengamat. Dengan perkataan lain, pengamat harus ada di equator bumi. Negara yang terletak di equator bumi gak banyak lho. Misalnya di Benua Asia, negara yang ada di equator bumi adalah Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei, Papua New Guinea. Di Benua Afrika: Kenya, Uganda, Congo, Gabon, Equatorial Guinea. Di Benua Amerika: Colombia, Ecuador. Nah di negara-negara yang terletak di equator (dimana pengamat bisa melihat Orion di atas kepala) belum tentu juga arah sabuk Orion mengarah ke kiblat. Dengan perkataan lain, arah kiblat di tempat tersebut belum tentu searah dengan arah sabuk Orion.

Pada Artikel ini saya akan mengajak pembaca untuk menganalisa di tempat manakah di dunia ini di mana sabuk Orion mengarah ke kiblat? Dalam analisa ini saya menggunakan ilmu astronomi dan matematika. Kesimpulan saya: di Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei, Papua New Guinea arah sabuk Orion tidak tepat benar mengarah ke kota Mekah. Di Malaysia kesalahannya sekitar 12°. Di negara-negara lain arah sabuk Orion tidak mengarah ke kiblat sama sekali.

Tempat di mana sabuk Orion tepat mengarah ke kota Mekah ternyata ada dua tempat. Satu di negara kepulauan Maldives atau Maladewa di tengah Samudra Hindia. Satu tempat lagi di Samudra Pasifik yang tidak berpenduduk.

Matahari Tenggelam di Maladewa
Matahari tenggelam di Maladewa

pantai-maladewa
Pantai Maladewa, Firdaus yang masih tersisa???

milky way
Sepasang manusia dengan latar belakang galaxy Bima Sakti (Milky Way Galaxy). Galaxy di mana kita kita berada! Foto dengan teknik multiple exposure ini berlokasi di Maladewa. Multiple exposure adalah beberapa foto pada lokasi yang sama digabungkan, agar gambar manusia dan galaxy jelas. Bila tidak, sepasang manusia akan tampak hitam seperti pohon kelapa pada foto tersebut.

Kalau anda ingin melihat sabuk Orion tepat ke arah Mekah, maka anda harus pergi Ke Maladewa. Pernah dengar Maladewa? Nama negara yang asing bagi telinga kebanyakan kita. Maladewa adalah negara kepulauan, tapi pulau-pulaunya kecil saja. Kalau kita lihat peta Google Map, kita harus 'Zoom in' peta tersebut agar kelihatan pulau-pulaunya, saking kecilnya. Penduduk Maladewa cuma sekitar 300 ribu orang. Penduduknya Muslim. Bentuk pemerintahannya adalah republik dipimpin oleh seorang Presiden. Pendapatan penduduknya terutama dari sektor Parawisata dan Perikanan laut. Kata orang (saya belum pernah ke sana) Maladewa adalah negeri yang sangat indah, merupakan Firdaus yang masih tersisa, sehingga sangat cocok untuk berbulan madu. Kalau anda punya banyak sekali uang dan masih bingung ingin bulan madu ke mana, boleh coba tempat yang satu ini! Karena letaknya di tengah samudra, pastinya sangat indah untuk menyaksikan fenomena astronomi, sun rise (matahari terbit) ataupun sun set (matahari terbenam). Langitnya juga sangat cerah, anda bisa menyaksikan milyaran bintang bertaburan di langit. Anda bisa melihat galaxy Miky Way (Bima Sakti) di sini. Air lautnya sangat jernih, taman-taman lautnya sangat indah. Seperti pantai Bunanen di Manado kali, ya? Kalau mau mancing, ikannya juga banyak. Silahkan berkunjung ke Maladewa disini dan disini juga.

Supaya anda yakin dengan hasil analisa saya, saya cantumkan simulasinya menggunakan Google Map. Dalam simulasi ini, anda akan naik pesawat supersonik terbang di atas equator mengelilingi bumi. Sambil terbang, anda bisa melihat Orion di langit. Gratis tak usah bayar. Untuk menggerakkan peta, drag (seret) dengan mouse anda. Caranya: Letakkan cursor pada peta, tekan tombol kiri, seret mouse sambil tombol kiri tetap ditekan. Kemudian diakhiri dengan melepas tombol kiri.

Lintang Bujur Arah Kiblat Kesalahan
-1.943° 107.6° 123 123

Analisa

Pada sabuk Orion ada tiga bintang, yaitu Alnitak, Alnilam, Mintaka yang letaknya segaris. Misalnya arah kiblat adalah dari Alnitak ke Mintaka. Untuk maksud tersebut haruslah bintang Alnitak melintas di atas kepala kita. Syarat agar bintang ada di atas kepala adalah Deklinasi Bintang = Lintang tempat tinggal kita. Jadi syarat pertama agar hal itu terjadi adalah lintang (altitude) tempat tinggal kita harus sama dengan Deklinasi Alnitak. Berikut ini data-data letak bintang Alnitak dan Mintaka pada bola langit yang saya dapat dari mas WIKI

Bintang Declination Right Ascension
Alnitak -1.943° 05h40m45.5s = 85.190°
Mintaka -0.299° 05h32m00.4s = 83.002°

Dari tabel di atas terlihatlah bahwa deklinasi dari Alnitak -1.943° atau kira-kira -2°. Jadi Alnitak melintas di atas kepala pada lokasi yang dilewati garis lintang -2° atau dengan lain perkataan pada 2° Lintang selatan.

Sekarang kita hitung arah dari Alnitak ke Mintaka. Untuk itu kita gunakan rumus

tan(α) = sin(λ2 - λ1)/[cos(φ1).tan(φ2) - sin(φ1).cos(λ2 - λ1)]

dimana:
α = sudut dari arah utara
λ2, φ2 adalah Right Ascension dan Deklinasi titik yang dituju
λ1, φ1 adalah Right Ascension dan Deklinasi titik yang asal

Sekarang gunakan rumus di atas dimana Alnitak sebagai titik asal dan Mintaka sebagai titik tujuan

(λ2 - λ1) = (λmintaka - λalnitak) = (83.002° - 85.190°) = -2.188°

tan(α) = sin(-2.188°)/[cos(φalnitak).tan(φmintaka) - sin(φalnitak).cos(2.188°)]

tan(α) = sin(-2.188°)/[cos(-1.943°).tan(-0.299°) - sin(-1.943°).cos(-2.188°)]

tan(α) = -1.332 atau α = -53.1° atau alpha; = -53.1° + 360° = 306.9°

Sekarang kita tahu menurut perhitungan di atas, arah sabuk Orion adalah 307. Sekarang kita cek apakah benar arah tersebut adalah arah kiblat???. Di Sumatra (juga Malaysia dan Singapura) arah kiblat 295 berarti ada selisih sebesar 12 derajat dengan arah sabuk Orion (307 - 295 = 12). Di Kalimantan dan Sulawesi arah kiblat 292, jadi ada kesalahan sebesar 15 derajat. Di Maluku dan Papua arah kiblat 291 atau terpaut 16 derajat. Jadi kesimpulannya, arah sabuk Orion tidak sesuai dengan arah kiblat baik di Indonesia maupun di Malaysia dan Singapura. Jadi pernyataan yang benar adalah arah sabuk Orion kira-kira (bukan tepat) mengarah ke Kiblat di lihat dari Indonesia dan Malaysia!!!

Sekarang pertanyaannya adalah di manakah sabuk Orion benar-benar mengarah ke kiblat? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita ubah menjadi pertanyaan yang lebih matematis. Dimanakah arah kiblat sebesar 307 (= arah Alnitak - Mintaka) dan tempat tersebut mempunyai lintang 2 (= Deklinasi Alnitak). Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita tinjau data-data lokasi untuk kota Mekah.

tempat Lintang(altitude) Bujur(longitude)
Mekah 21.423° 39.826°
pengamat -1.943° tak diketahui

Dalam hal ini kita akan mencari letak bujur pengamat. Kita akan menggunakan rumus di atas, dalam hal ini λ adalah bujur dan φ adalah lintang.

Bila kita misalkan selisih bujur Mekah dan pengamat adalah:

Δλ = (λmekah - λpengamat), maka

tan(α) = sin(Δλ)/[cos(φpengamat).tan(φmekah) - sin(φpengamat).cos(Δλ)]

Masukan besaran-besaran yang diketahui :

-1.332 = sin(Δλ)/[cos(-1.943°).tan(21.423°) - sin(-1.943°).cos(Δλ)]

Dapat disederhanakan menjadi

sin(Δλ) + 0.04516.cos(Δλ) = -0.5223

Hilangkan suku cosinus dan pecahkan untuk Δλ

1.001sin(Δλ + 2.586°) = -0.5223

sin(Δλ + 2.586°) = -0.5218

(Δλ + 2.586°) = -31.453° atau (Δλ + 2.586°) = 211.453°

Δλ = -34.039° atau Δλ = 208.867°

λpengamat = λmekah - Δλ

λpengamat = 39.826 -(-34.039) = 73.865 (bujur Timur)

λpengamat = 39.826 - 208.867= -169.041 (bujur barat)

Jadi lokasi di mana sabuk Orion tepat mengarah ke kiblat adalah:

Lintang = -1.943 dan bujur = 73.865(bujur barat). Tempat ini berada di Maladewa, di tengah Samudra India di sebelah selatan Sri Lanka. Tempat yang lain adalah Lintang = -1.943 dan bujur = -169.041 (bujur Timur), berada di tempat yang tak berpenghuni, di tengah Samudra Pasifik nan sunyi.


Komentar:

Aini(2017-04-30 08:45:36)

Boleh minta alamat email atau No telpon untuk menanyakan informasi lebih lanjut mengenai tulisan ini? Terima kasih

rasyid(2016-01-11 10:19:59)

Trimakasih. Jadi bertambah pengetahuan tentang hubungan bintang dan arah kiblat. Salaam... Kunjungi saya di kurmaku dot blogspot dot com


Silahkan tulis komentar anda: