PERTAMA KALI MELIHAT ORION

Malam tahun baru menjelang tahun 2012 yang lalu saya menyaksikan Rasi bintang ORION "Sang Pemburu" untuk pertama kalinya. Karena itu saya, tergerak untuk menuliskannya. Ini kisah nyata. Foto yang saya gunakan sebagai ilustrasi bukan foto kejadian sebenarnya saat itu. Foto saya download dari situs lain di Internet.

Jujur saja saya tidak pernah melihat ORION sebelumnya, rasi bintang yang paling terkenal itu....Kata orang ORION itu indah dan cemerlang. Bayangkan dari sejak lahir, sampai saya sudah menikah saya belum sekalipun menyaksikan dengan mata kepala sendiri sang ORION. Sungguh janggal untuk orang yang mengaku "tertarik" dengan ilmu astronomi. Pernah saya mentertawakan seorang yang mengaku "hobby" membuat kue. Orang tersebut memiliki aneka macam cetakan kue, cetakan kue pukis, kue lumpur, kue kering dan entah apa lagi, tapi anehnya orang tersebut tadi tidak pernah membuat kue sendiri barang satu kalipun. Ia memang benar ingin bikin kue, tapi karena kesibukannya jadinya ngak pernah sempat bikin kue sendiri. Nasib saya ternyata tak lebih baik dari teman yang saya tertawakan. Saya tertarik ilmu astronomi tetapi tidak pernah mengamati rasi (gugusan) bintang di langit. Jangan tertawakan saya ya ??

Maklum saja, di zaman post modern ini, jarang orang mencari hiburan dengan melihat indahnya langit yang bertahtakan jutaan bintang. Pada malam hari orang lebih tertarik melihat televisi di dalam rumah. Alasan lainnya adalah adanya polusi cahaya dari lampu-lampu kota di malam hari. Padahal, agar kita dapat melihat jutaan bintang tampak cemerlang bertebaran di langit dengan megahnya, lingkungan harus gelap. Ini adalah kendala utama untuk orang-orang yang tinggal di perkotaan. Hal sebaliknya terjadi pada zaman dahulu, ketika televisi belum ada, lampu listrik belum ditemukan, orang akan sangat tertarik menyaksikan keindahan langit di malam hari yang cerah.

Untuk melihat indahnya langit, orang kota harus pergi berkemah di tengah hutan, mengungsi ke desa terpencil, naik ke gunung atau berlayar ke tengah laut agar terbebas ganguan cahaya lampu. Bila anda mempunyai hotel atau tempat penginapan yang dekat dengan lokasi yang bisa dipakai untuk mengamati bintang dengan baik, nampaknya akan menarik bila anda menawarkan paket "wisata bintang" kepada orang-orang kota.

Pada malam tahun baru yang lalu, tetangga saya mengirimi saya nasi beserta lauk-pauk. "Ini nasi untuk Syukuran pertemuan keluarga", katanya. Rupanya pada malam tahun baru ini tetangga saya mengadakan pesta pertemuan dengan keluarga besarnya. Tentu saja saya senang, mendapat makan malam gratis kiriman dari tetangga sebelah. Asiknya lagi tepat pada malam pergantian tahun, tetangga yang perpesta tadi akan menyalakan kembang api.

Malam itu saya tidak tidur...., menantikan kembang api dinyalakan. Tepat jam 00:00 tengah malam kembang api yang ditunggu-tunggu dinyalakan. Suasana demikian meriah. Terdengar dengan jelas suara desingan kembang api meluncur ke udara yang dikuti dengan suara menggelegar. Pandangan diarahkan ke atas untuk menyaksikan bagaimana kembang api meledak di udara dan memancarkan cahaya aneka warna. Saat mata memandang ke langit menyaksikan kembang api terlihat pula bintang-bintang. Mata saya tiba-tiba terpaku pada pada suatu gugus bintang. "Bukankah itu rasi ORION?" pikir saya dengan antusias. Ya, tak salah lagi itu adalah ORION yang pernah saya lihat fotonya di Internet. Saya memanggil istri saya untuk turut menyaksikan ORION. Kami saat itu sama-sama pertama kali menyaksikan ORION.

Ternyata memang benar ORION paling mudah terlihat sekitar bulan Desember. Mudah menghafalnya: Ingat tahun baru, ingat ORION. Pada tengah malam bulan Desember, ORION akan terlihat di atas kepala di negara yang dekat dengan equator (misalnya Indonesia, Colombia, Equador dan lain-lain).

Silahkan melihat foto ORION dari observatorium Boscha Lembang Bandung. Pada gambar ini ORION tidak sedang di atas kepala (seperti yang saya lihat), tetapi menjelang terbenam di ufuk Barat, Tampak ORION ada di atas kubah teropong Zeiss.

Ciri dari ORION yang mudah dikenali adalah 3 bintang segaris dengan jarak yang hampir sama. Tiga bintang tadi merupakan "sabuk" ORION. Sabuk Orion mulai dari paling atas ke bawah adalah: Alnitak, Alnilam dan Mintaka. Dua bintang terang di sebelah kanan merupakan "bahu" ORION, yaitu: kanan-atas kekuning-kuningan disebut Betelgeuse, kanan-bawah disebut Bellatrix. Dua bintang sebelah kiri merupakan "paha" ORION yaitu : kiri-atas bernama Saiph dan kiri-bawah bernama Rigel. Foto diamabil 19 February 2011 jam setengah sebelas malam. (Foto: Alfan N)

Dikenal setiap Budaya

ORION terletak di equator langit sehingga terlihat di sembarang tempat di bumi. Tambahan pula ORION terlihat sangat cemerlang. Itulah sebabnya ORION telah mempesona umat manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Nama ORION "Sang Pemburu" berasal dari Yunani. Setiap bangsa mempunyai nama lokalnya masing-masing. Orang Melayu menyebutnya bintang Belantik. Orang Jawa menyebutnya Waluku (mata bajak).

Pada budaya Jawa, Waluku alias Orion digunakan sebagai petunjuk waktu kapan mulai bercocok tanam. Aturan untuk bercocok tanam mereka namakan Pranata Mangsa (aturan musim).

Untuk diketahui ORION tercatat pula dalam kitab suci misalnya kitab Nabi Ayub (Alkitab umat Kristen|).

Cerita bagaimana orang Jawa menentukan musim tanam dan cerita nabi Ayub tentunya akan seru bila kita ungkap. Tunggu saja tulisan saya berikutnya. Sekian... semoga bermanfaat.


Komentar:

Teguh(2013-10-08 14:21:54)

Waktu SMP saya pernah baca Bintang Waluku, tapi tidak pernah berkesan karena saya ga ngerti apa itu istimewanya. Trims untuk pencerahannya ya. Tulis artikel lebih banyak lagi!!


Silahkan tulis komentar anda: