tanggal: Jam:

Animasi Fase Bulan

Ketentuan

Animasi ini dibuat dengan menggunakan javascript. Melihat animasi ini harus menggunakan browser modern seperti Google Crome atau Mozila FireFox versi terbaru. Gunakan tompol RUN dan tombol STOP untuk menjalankan animasi dan menghentikan animasi. Setelah animasi dihentikan (dengan meng-click tombol STOP) anda dapat mengubah tanggal dan jam. Setelah itu anda dapat meng-click tombol HITUNG untuk memperbaharui gambar menurut tanggal dan jam yang dimaksud .

Panel sebelah kiri adalah fase bulan. Panel tengah adalah bulan beredar mengelilingi bumi. Terlihat pula posisi pengamat (manusia "lidi") pada bumi. Panel kanan adalah kubah bola langit, dimana matahari digambar sebagai bulatan kuning dan bulan tergambar sebagai bulatan putih.

Catatan

Sinar matahari menimpa permukaan bulan, separuh dari bulatan bulan mengalami siang dan separuh lagi mengalami malam. Bagian siang(terang) dan bagian malam(gelap) dari bulan yang terlihat dari bumi menghasilkan citra yang berubah secara berkala. Bila bagian terang sedikit terlihat tampaklah bulan sabit. Bila seluruh bagian terang yang terlihat tampaklah bulan purnama. Fase bulan yang berubah secara berkala ini terjadi akibat dari perjalanan bulan mengelilingi (mengorbit) bumi. Citra bulan dapat kita gambar dengan menarik garis proyeksi ke arah pengamat (lihat gambar bawah). Garis proyeksi ke arah penganat ini digambar pula pada animasi (lihat panel tengah).

Kita dapat membagi fase bulan menjadi 2 fase utama yakni fase membesar (Waxing) dan fase mengecil (Wanning). Hari pertama bulan membentuk sabit kecil, hari hari berikutnya bulan tampak membesar sampai tampak bundar penuh yang disebut purnama. Bulan purnama terjadi pada hari ke 15. Setelah Purnama bulan semakin mengecil sampai akhirnya pada hari ke 30 bulan tak terlihat. Kemudian siklus berulang kembali.

Kebudayaan barat membagi bulan menjadi 8 fase seperti tabel dibawah ini:

Fase Bulan Terbit Terbenam
New moon (tanggal 1)
Bulan Baru
6:00 18:00
Sabit Membesar (tanggal 4)
Waxing Crescent
9:00 21:00
Separuh Membesar(tanggal 7)
Waxing half Moon
12:00 24:00
Benjol Membesar (tanggal 11)
Waxing Gibbous
15:00 03:00
Purnama (tanggal 15)
Full Moon
18:00 06:00
Benjol Mengecil (tanggal 18)
Wanning Gibbous
21:00 09:00
Separuh Mengecil (tanggal 22)
Wanning half Moon
24:00 12:00
Sabit Mengecil (tanggal 26)
Wanning Crescent
03:00 15:00

Penanggalan Islam, Yahudi, China dan lain-lain menggunakan fase bulan sebagai penentu tanggal pada Kalender mereka. Bulan sabit (hilal) yang pertama terlihat saat matahari terbenam disebut tangal 1

Pengamat melihat matahari dan bulan seakan berkejaran di kubah langit. Seperti dua orang pelari berlomba di lintasan lari yang berbentuk lingkaran. Satu pelari berlari lebih cepat dibandingkan dengan pelari lain. Pelari yang lebih cepat akan ada didepan pelari lain. Tetapi karena lintasan lari berbentuk lingkaran, suatu saat pelari cepat akan ada di belakang pelari lambat, sampai akhirnya pelari cepat "overtaking" dan mendahului kembali pelari lambat. Matahari bagaikan pelari cepat sedang bulan bagaikan pelari lambat. Bulan baru (peristiwa ijtimak) terjadi ketika matahari "overtaking" bulan. Hilal pertama (tanggal 1) dapat terlihat ketika matahari sedikit mendahului bulan. Hilal akan terlihat setelah matahari terbenam, tak lama kemudian bulan menyusul tenggelam. Lihat gambar sebelah kanan pada tanggal 1.

Lihat juga : Animasi orbit bulan

Jadilah orang yang pertama mengirim komentar