Kalender Hijriah Internasional

Sampai artikel ini ditulis saya belum tahu apakah sudah ada kalender Hijriah yang berlaku secara internasional. Sebagai perbandingan, umat Katolik mempunyai kalender urfi, etnis China mempunyai kalender astronomi. Masing-masing kalender tersebut berlaku secara internasional. Agar kalender dapat berlaku secara internasional haruslah ada otoritas yang mengesahkan kalender tersebut. Contohnya, umat Katolik mempunyai imam yang bernama Paus, di mana sang Paus memiliki otoritas untuk membuat kebijakan atas umat Katolik di seluruh dunia. Kalau tidak memiliki otoritas, sulit membuat kalender yang berlaku secara Internasional. Masing-masing orang akan mempunyai gagasan yang berbeda-beda. Jadi kalau ada 100 orang mengusulkan kalender, 100 macam pula kalender usulan mereka! Masing-masing merasa usulannya paling bagus. Akhirnya kita harus memilih kalender mana yang paling baik. Paling benar menurut sain, paling benar menurut syariah. Dan tentu saja yang berhak memutuskan adalah lembaga yang mempunyai otoritas!

Mungkin anda berfikir, kalender Hijriah internasional? Ah, tidak penting! Bukankah datangnya bulan baru sudah jelas? Yaitu ketika tampak hilal untuk pertama kali setelah matahari tenggelam. Banyak orang yang mengira demikian. Padahal hilal belum tentu mudah dilihat di semua tempat. Kalau di Indonesia dan negara-negara lain yang dekat dengan equator bumi, hilal mudah dilihat. Karena itu di Indonesia orang paling rajin berburu hilal terutama menjelang bulan puasa, sampai ada seratus lokasi lebih. Padahal di Indonesia sekalipun, lebih banyak yang gagal daripada yang berhasil melihat hilal. Yang gagal kebanyakan karena tertutup awan. Nah, di tempat-tempat lintang tinggi seperti: Kanada, Greenland, Finlandia, Norwegia, Swedia, Rusia, Alaska dan Islandia, pada saat tertentu, hilal sulit bahkan sampai tak mungkin dilihat. Bayangkan anda kebetulan merantau ke negara tersebut. Tentu anda bingung kapan mulai bulan baru (1 Ramadhan) akan jatuh. Sebenarnya tak usah jauh-jauh di daerah lintang tinggi. Kalau anda merantau di negeri asing yang mayoritas penduduknya bukan beragama Islam, sedang anda tidak tahu harus bertanya kepada siapa mengenai kapan bulan baru. Dari yang saya baca melalui internet, orang-orang yang mengalami hal tersebut, atas inisiatif sendiri menyamakan tanggal 1 dengan tanggal satunya Mekkah. Misalnya awal puasa di Mekkah tanggal 18 Juni, merekapun memulai puasa pada tanggal 18 Juni. Insiatif yang Bagus! Dari gambaran di atas, kalender Hijriah yang berlaku internasional penting juga.

Saya penasaran, karena itu saya ingin mencoba mengusulkan kalender Hijriah internasional, siapa tahu usulan saya dapat diterima. Anda tentu juga boleh memikirkan hal tersebut. Kalau anda ingin membuat kalender Hijriah, setidaknya harus memenuhi butir-butir kelaziman seperti berikut:

  1. Kalender harus berdasarkan hisap
  2. Lamanya satu bulan 29 hari atau 30 hari, bila hasil hisap kurang dari 29 dianggap 29 dan bila lebih dari 30 dianggap 30 hari
  3. Tidak diperkenankan bulan baru belum bergulir, sementara umur bulan sudah cukup lama
  4. Tidak diperkenankan bulan baru bergulir sementara belum terjadi Ijtimak
  5. Tidak diperkenankan bulan baru bergulir sementara belum terjadi Imkanu Rukyat di tempat manapun di muka bumi.

Berikut ini contoh usulan kalender Hijriah internasional mulai dari yang sederhana sampai yang canggih.

Kalender FCNA

FCNA adalah singkatan Fiqh Council of North America, atau Dewan Fikih Amerika Utara (terdiri dari Amerika Serikat dan Kanada). Mereka mengusulkan kalender Hijriah Internasional sebagai berikut:

Besok tanggal 1 apabila hari ini terjadi ijtimak sebelum matahari terbenam di kota Mekkah (Ijtimak Qablal Ghurub) dan matahari terbenam mendahului bulan terbenam (sunset before moonset) di Kota Mekkah.

Kriteria jatuhnya tanggal 1 FCNA sama persis dengan kriteria wujudul hilal yang dianut ormas Muhammadiyah di Indonesia. Satu titik di kota Mekkah berlaku untuk seluruh dunia. Keuntungan kalender FCNA adalah tidak akan terjadi perbedaan tanggal dengan "tetangga sebelah". Sebenarnya terjadi juga perbedaan tanggal dengan "tetangga sebelah", namun letaknya di samudra raya yang tak berpenduduk. Garis tanggal dari kalender FCNA mengikuti garis tanggal internasional (international date line).

Misalnya tanggal 1 Ramadhan di kota Mekah terjadi pada tanggal 18 Juni 2015, maka di seluruh dunia jatuh pada tanggal yang sama yakni tanggal 18 Juni 2015. Kalender FCNA adalah kalender hijriah internasional yang paling benar menurut orang awam. Tetapi kalender ini menuai banyak protes dari kalangan ahli agama. Sebab untuk daerah yang jauh di sebelah timur Mekkah, misalnya di Papua, boleh jadi tanggal 1 sudah bergulir padahal belum terjadi Ijtimak di tempat tersebut (di Papua). Ini melanggar butir 4 dan 5 daftar kelaziman. Bagaimanapun kalender ini telah digunakan sebagian umat Muslim di Amerika serikat dan Kanada

Kalender FCNA mirip dengan kalender China, di mana menggunakan meridian 120° (meridian Beijing) sebagai titik acuan. Kalender China mempunyai aturan: Hari ini bulan baru bila sebelum tengah malam (menurut meridian 120°) terjadi Ijtimak. Waktu di meridian 120° sama dengan waktu Indonesia bagian tengah (WITA).

Kalender Ijtimak Qablal Ghurub

Kalender FCNA sangat praktis. Meskipun demikian bisa terjadi "kesalahan" pada kalender FCNA, yakni bulan baru sudah bergulir padahal belum terjadi Ijtimak. Hal tersebut tentu disadari oleh FCNA mengingat orang yang duduk di dewan tersebut pastilah para pakar. Tapi hal tersebut diabaikan demi penyederhanaan. Kalau anda tidak setuju, perlu dibuat kalender yang lebih akurat, yang menjamin bulan baru hanya boleh bergulir bila sudah terjadi Ijtimak. Istilahnya dalam bahasa Arab Ijtimak Qablal Ghurub artinya konjungsi sebelum matahari terbenam.

Penduduk yang paling awal mengalami bulan baru adalah ketika matahari terbenam pada saat yang sama terjadi pula Ijtimak. Mari kita ambil gambar bumi ketika terjadi Ijimak. Misalnya untuk mengetahui awal Ramadhan 1436H. Ijtimak terjadi pada 16 Juni 2015 jam 14:03 UTC. Gambar bumi saat terjadi Ijtimak:

Bumi dilihat dari sisi barat, digambar ketika terjadi Ijtimak, Ramadan 1436H, tanggal 16 juni 2015 jam 14:03 UTC. Bagian yang gelap adalah malam, sedangkan bagian yang terang adalah siang. Di Jakarta-Indonesia sedang malam pukul 21:03 WIB. Pada garis perbatasan siang dan malam (misalnya pulau Madagaskar), matahari sedang terbenam.

Ini adalah gambar bumi di arah sebaliknya

Bumi dilihat dari sisi timur, digambar ketika jjtimak, Ramadan 1436H, tanggal 16 Juli 2015 jam 14:03 UTC. Di tempat perbatasan siang dan malam (Samudra Pasific) matahari sedang terbit.

Kalau bumi didatarkan dalam peta Mecartor akan tampak seperti ini:

Status siang dan malam tergambar melalui peta Mecartor, digambar saat terjadi Ijtimak, Ramadhan 1436H, 16 Juli 2015 jam 14:03 UTC

Sekarang kita bisa membuat garis tanggal untuk kalender IQG. Garis tanggal itu adalah batas siang-malam saat matahari terbenam dan saat terjadi ijtimak. Bulan baru dimulai pada garis tanggal tersebut, kemudian bergerak dari timur ke barat sampai ke tempat semula 24 jam kemudian. Berikut ini contoh garis tanggal untuk Ramadan 1436 H.

Menurut Kalender Ijtimak Qablal Ghurub tanggal 1 Ramadhan 1436H jatuh pada tanggal 17 Juni 2015 di sebelah barat garis tanggal sedang di sebelah timur garis tanggal seperti Indonesia, Australia, Korea, dan Jepang 1 Ramadhan 1436 jatuh pada 18 Juni 2015.

Bila garis tanggal pada kalender FCNA letaknya tetap, tidak berubah, yakni garis tanggal internasional. Tidak demikian dengan kalender IQG. Garis tanggal kalender IQG berubah-ubah dari bulan ke bulan tergantung posisi bulan. Garis tanggal ini mungkin memotong daerah berpenduduk. Akibatnya bisa terjadi beda hari lebaran dengan tetangga gara-gara terpisah dengan garis tanggal. Misalnya, kita yang tinggal di sebelah barat garis tanggal berlebaran hari Kamis, sedangkan tetangga kita di sebelah timur garis tanggal berlebaran hari Jum'at. Bila hal itu terjadi, sebaiknya lebaran "dipaksakan" serentak hari Jum'at.

Membuat kalender Hijriah internasional dengan Kriteria Ijtimak Qablal Ghurub (IQG) termasuk "sederhana". Tetapi saya tidak tahu apakah kalender seperti ini dapat diterima. Di Indonesia setahu saya hanya kalangan Muhamadiyah yang menganut kriteria Ijtimak Qablal Ghurub. Umat Nahdatul Ulama dan lain-lainnya mengharuskan terlihatnya hilal pertama setelah matahari terbenam. Muhamadiyah sekalipun belum tentu setuju dengan kalender IQG, sebab sekalipun Muhamadiyah menggunakan kriteria Ijtimak Qablal Gurub, tapi masih ada syarat lain agar bulan baru boleh bergulir yakni matahari terbenam lebih dahulu sebelum bulan terbenam (sunset before moonset).

Keberatan kalender IGC karena kita "tidak mungkin" melihat hilal beberapa saat setelah Ijtimak. Tetapi ternyata dengan perkembangan teknologi apa yang dulu "tidak mungkin" sekarang menjadi mungkin. Ternyata hilal bisa dilihat (tepatnya difoto) di siang bolong, bahkan saat umur bulan nol menit, alias saat terjadi Ijtimak. Hal tersebut misalnya pernah dilakukan oleh astronom Perancis Legault pada tanggal 8 july 2013 pukul 07:14 UTC di Elancourt, Perancis. Tanggal tersebut adalah awal Ramadhan 1434H. Hilal pada detik-detik kelahirannya ini sangat tipis sebab separasi bulan-matahari saat itu cuma 4,6° (9 kali diameter matahari). Namun pertanyaannya kemudian apakah "hilal" yang dilihat di siang bolong itu adalah hilal yang 'valid'. Mengingat selama lebih dari seribu tahun, secara tradisional yang dimaksud dengan hilal adalah hilal yang dilihat setelah matahari terbenam. Lagi pula hilal tidak langsung terlihat oleh mata manusia, melainkan melalui proses fotografi digital.

Di siang hari, cahaya langit amat menyilaukan. Cahaya infra merah langit bisa 400 kali lebih cerah dibanding cahaya infra merah hilal. Bahkan cahaya langit bisa 1000 kali lebih cerah dari cahaya hilal. Tabir yang diberi celah dipasang di depan teropong agar cahaya matahari tidak masuk ke dalam teropong. Dan teropong dilengkapi dengan kamera yang peka terhadap cahaya infra merah.

Pengamatan hilal tradisional adalah setelah matahari terbenam. Diluar kebiasaan, Legault mengamati hilal pada siang-bolong bahkan saat detik-detik kelahirannya (saat Ijtimak). Luar biasa!!! Dapatkah percobaan Legault ini membenarkan kalender IQG??

Ini penampakan hilal di siang bolong pada detik-detik kelahirannya(ijtimak), yang dihasilkan oleh peralatan Legault.

Alasan lain untuk menggunakan kalender IQC adalah ternyata garis tanggal adalah batas antara siang dan malam. Ternyata garis itu ada secara alami. Lihat foto bumi dilihat dari wahana antariksa.

Bumi tampak terbit di permukaan bulan. Gambar diambil dari wahana antariksa Apollo8. Tampak sisi gelap dan sisi terang dari bumi. Garis batas antara sisi gelap dan sisi terang itulah garis tanggal IQG

Kalender IQG melanggar butir ke-5 dari ke daftar kelaziman. Kalau anda orang yang percaya bergulirnya bulan baru harus melihat hilal setelah matahari terbenam. Bukan "hilal" yang difoto di siang bolong, maka kalender IQG bukan untuk anda.

Kalender Usulan Saya

Kali ini saya akan membuat usulan kalender Hijriah Internasional dengan kriteria Imkanu Rukyat, sehingga nantinya kalender yang saya usulkan ini diharapkan seia-sekata dengan hasil pengamatan hilal. Jadi dipastikan tanggal 1 akan jatuh, bila hilal dapat diamati pada daerah tersebut. Pastinya kalender ini juga sesuai persyaratan butir-butir kelaziman yang telah saya sebutkan di atas. Mudah-mudahan kalender usulan saya ini, tidak menimbulkan banyak pertentangan.

Kalender ini saya dapatkan berdasarkan pada kriteria Imkanu Rukyat LAPAN (prof. Dr. Thomas Jamaluddin) dan kriteria Babylonia. Lalu apa gunanya kriteria Babilonia? Ceritanya begini: Penampakan hilal sebenarnya tidak bisa meliputi seluruh permukaan bumi. Di tempat lintang tinggi datangnya hilal pada saat tertentu terlambat. Di tempat tersebut hilal bisa muncul setelah bulan berumur 3 hari atau lebih. Tentu hal tersebut sangat terlambat dan melanggar butir 3 daftar kelaziman. Untuk mencegah hal tersebut digunakan kriteria Babylonia, yakni bulan baru dianggap sudah bergulir jika umur bulan sudah lebih dari 24 jam (sekalipun hilal belum dapat dilihat). Kriteria Babylonia ini saya gunakan sebagai pelestarian kearifan kuno. Zaman dahulu orang Babylonia percaya bahwa hilal dapat terlihat setelah berumur lebih dari 24 jam. Pengaruh kearifan kuno dari zaman Babylonia lainnya yang akrab dengan kehidupan kita sekarang misalnya 1 hari dibagi 24 jam, 1 putaran terdiri dari 360°. Babylonia adalah kampung halaman nabi Ibrahim sebelum beliau pergi merantau.

Selain itu di daerah dengan lintang lebih besar dari 66,5° matahari mungkin tidak pernah tenggelam . Karena itu lintang yang lebih besar dari 60° derajat saya anggap sebagai daerah tak terdefinisi. Pada lintang lebih besar dari 60° garis tanggalnya saya luruskan sejajar dengan garis bujur.

Konstruksi dari garis tanggal adalah demikian: Carilah titik yang paling awal melihat hilal pada Lintang = 0°. Kemudian naik arah utara ke Lintang = 10°. Carilah juga titik yang paling awal melihat hilal. Kerjakan hal yang sama untuk lintang = 20°, 30° sampai Lintang = 60°. Buat hal demikian dari Lintang = 0° ke arah selatan sampai lintang 60°. Hubungkan titik-titik tersebut menjadi garis tanggal. Jadi garis tanggal adalah tempat kedudukan di mana hilal paling awal dapat terlihat. Bila garis tanggal mencapai lintang 60° atau umur bulan telah mencapai 24 jam luruskan garis tanggal menjadi sejajar dengan garis bujur. Dalam perhitungan, saya menggunakan kriteria LAPAN

Hilal terlihat apabila saat matahari terbenam, separasi setidaknya 6,4° dan beda tinggi setidaknya 4°

Hasilnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Ini garis tanggal (tergambar garis merah) untuk Ramadhan 2015. Umumnya 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 18 Juni 2015. Paling awal 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 17 Juni 2015 di Samudra Pasific tak berpenduduk. Satu Ramadhan paling akhir 19 Juni 2015 di Jepang, Korea dan sebagian China. Perhatikan garis tanggal Internasional (garis biru)

Ini garis tanggal (garis merah) untuk 1 Syawal 2015. Sebagian jatuh pada tanggal 17 Juli 2015 dan sebagian lagi jatuh pada tanggal 18 Juli 2015

Ini garis tanggal untuk 1 Dulhijah 2015

Ternyata cukup rumit untuk mengkonstruksi kalender seperti ini, tetapi hal itu bukan masalah di era serba digital di mana perhitungan yang rumit dimungkinkan untuk dipecahkan dengan cepat. Saya telah membuat aplikasi web untuk kalender ini. Silahkan berkunjung ke sini: Kalender Hijriah Internasional 2.

Masih banyak sekali gagasan untuk kalender Hijriah internasional yang dapat dikemukakan, namun tidak akan dibahas agar artikel ini tidak terlalu panjang. Terima kasih telah membaca artikel saya. Berikut ini saya lampirkan hasil perhitungan untuk kalender usulan saya tersebut.

Ijtimak 16 Juni 2015 14:03 UTC
Perhitungan menggunakan kriteria LAPAN untuk menentukan Ramadhan 2015

Lintang Time Zone
Bujur

Magrib UTC
Magrib Lokal

Separasi Beda Tinggi Umur Awal Ramadhan
60° UTC+6
90°

17-06-2015 15:14 UTC
17-06-2015 21:14

13,9° -1,0° 25:11 18-06-2015
50° UTC+6
90°
17-06-2015 14:04 UTC
17-06-2015 20:04
13,1° 2,0° 24:01 18-06-2015
40° UTC+7
105°
17-06-2015 12:25 UTC
17-06-2015 19:25
12,2° 4,0° 22:22 18-06-2015
30° UTC+11
165°
17-06-2015 07:58 UTC
17-06-2015 18:58
10,0° 4,3° 17:55 18-06-2015
20° UTC-10
-150°
17-06-2015 04:36 UTC
16-06-2015 18:36
8,5° 4,4° 14:33 17-06-2015
10° UTC-8
-120°
17-06-2015 02:18 UTC
16-06-2015 18:18
7,4° 4,5° 12:15 17-06-2015
UTC-6
-90°
17-06-2015 00:00 UTC
16-06-2015 18:00
6,5° 4,4° 09:57 17-06-2015
-10° UTC-7
-105°
17-06-2015 00:43 UTC
16-06-2015 17:43
6,6° 5,5° 10:40 17-06-2015
-20° UTC-7
-105°
17-06-2015 00:24 UTC
16-06-2015 17:24
6,4° 5,9° 10:21 17-06-2015
-30° UTC-8
-120°
17-06-2015 01:02 UTC
16-06-2015 17:02
6,6° 6,6° 10:59 17-06-2015
-40° UTC-8
-120°
17-06-2015 00:35 UTC
16-06-2015 16:35
6,4° 6,4° 10:32 17-06-2015
-50° UTC-9
-135°
17-06-2015 00:56 UTC
16-06-2015 15:56
6,6° 6,2° 10:53 17-06-2015
-60° UTC-10
-150°
17-06-2015 00:47 UTC
16-06-2015 14:47
6,6° 5,5° 10:44 17-06-2015

 

Ijtimak 16 July 2015 01:21 UTC
Perhitungan menggunakan kriteria LAPAN untuk mencari awal Syawal

Lintang Time Zone
bujur

Magrib UTC
Magrib Lokal

Separasi Beda Tinggi Umur Awal Syawal
60° UTC-6
-90°
17-07-2015 02:55 UTC
16-07-2015 20:55
13,2° -2,6° 25:34 17-07-2017
50° UTC-6
-90°
17-07-2015 01:56 UTC
16-07-2015 19:56
12,6° 0,1° 24:35 17-07-2017
40° UTC-6
-90°
17-07-2015 01:22 UTC
16-07-2015 19:22
12,2° 2,2° 24:01 17-07-2017
30° UTC-5
-75°

16-07-2015 23:58 UTC
16-07-2015 18:58

11,4° 4,2° 22:37 17-07-2017
20° UTC-1
-15°
16-07-2015 19:38 UTC
16-07-2015 18:38
9,5° 4,3° 18:17 17-07-2016
10° UTC+2
30°
16-07-2015 16:21 UTC
16-07-2015 18:21
8,0° 4,3° 15:00 17-07-2015
UTC+4
60°
16-07-2015 14:06 UTC
16-07-2015 18:06
7,1° 4,4° 12:45 17-07-2015
-10° UTC+5
75°

16-07-2015 12:50 UTC
16-07-2015 17:50

6,5° 4,7° 11::29 17-072015
-20° UTC+4
60°

16-07-2015 13:33 UTC
16-07-2015 17:33

6,6° 5,8° 12:12 17-07-2015
-30°

UTC+4
60°

16-07-2015 13:13 UTC
16-07-2015 17:13
6,5° 6,1° 11:52 17-07-2015
-40° UTC+3
45°
16-07-2015 13:49 UTC
16-07-2015 16:49
6,6° 6,6° 12:28 17-07-2015
-50° UTC+3
45°
16-07-2015 13:14 UTC
16-07-2015 16:14
6,4° 6,4° 11:53 17-07-2015
-60° UTC+2
30°
16-07-2015 13:15 UTC
16-07-2015 15:15
6,5° 6,0° 11:54 17-07-2015

 

Ijtimak 13 September 2015 06:41 UTC
Perhitungan untuk mencari awal Dulhijah dengan kriteria LAPAN.

Lintang Time Zone
Bujur

Magrib UTC
Magrib Local

Separasi Beda Tinggi Umur Awal Dulhijah
60° UTC+11
105°
14-09-2015 07:20 UTC
14-09-2015 18:20
11,0° 0,0° 24:39 15-09-2015
50° UTC+11
105°
14-09-2015 07:12 UTC
14-09-2015 18:12
10,8 2,4 24:31 15-09-2015
40° UTC+11
165°
14-09-2015 07:07 UTC
14-09-2015 18:07
10,6° 4,1° 24:26 15-09-2015
30° UTC-8
-120°
14-09-2015 02:04 UTC
13-09-2015 18:04
8,2° 4,2° 20:23 14-09-2015
20° UTC-5
-75°
13-09-2015 23:01 UTC
13:09-2015 18:01
6,8° 4,3° 16:20 14-09-2015
10° UTC-5
-75°

13-09-2015 22:58 UTC
13-09-2015 17:58

6,6° 5,1° 16:17 14-09-2015
UTC-5
-75°
13-09-2015 22:55 UTC
13-09-2015 17:55
6,5° 5,7° 16:14 14-09-2015
-10° UTC-5
-75°

13-09-2015 22:53 UTC
13-09-2015 17:53

6,4° 6,1° 16:12 14-09-2015
-20° UTC-5
-75°

13-09-2015 22:50 UTC
13-09-2015 17:50

6,6° 6,4° 16:09 14-09-2015
-30° UTC-5
-75°
13-09-2015 22:47 UTC
13-09-2015 17:47
6,4° 6,3° 16:06 14-09-2015
-40° UTC-5
-75°
13-09-2015 22:43 UTC
13-09-2015 17:43
6,4° 6,0° 16:06 14-09-2015
-50° UTC-5
-75°
13-09-2015 22:38 UTC
13-09-2015 17:38
6,4° 5,6° 15:57 14-09-2015
-60° UTC-5
-75°

13-09-2015 22:30 UTC
13-09-2015 17:30

6,4° 5,0° 15:49 14-09-2015

Komentar:

fauzan(2016-06-14 16:01:39)

mantap... sangat bermanfaat. Terimakasih atas tulisannya. Izin copas untuk pembelajaran

Arif Lewisape(2016-02-20 13:50:33)

Dengan hisab tentu lebih teliti

msydin(2015-11-08 01:29:57)

saya apresiasi tulisan Bapak, usulan bagus tetapi jangan sampai meninggalkan syariat. haditsnya kan tidak kaku. kalau terhalang misal mendung boleh diperkirakan. Untuk sementara yang cocok untuk memperkirakan adalah hisab imkanu rukyah. untuk daerah yang dekat dengan kutub dan tidak bisa rukyat perlu didiskusikan para ulama, mungkin sama dengan daerah yang tertutup mendung. tapi kalau di indonesia ya harus rukyat kecuali kalau seluruhnya tertutup asap.

ARI WIBOWO(2015-06-19 11:06:17)

sangat bermanfaat


Silahkan tulis komentar anda: