Kalender Bulan (Bagian - 3)

Kalender Gereja

Hari raya Paskah merupakan hari raya paling penting bagi umat Kristiani karena hari raya ini diwajibkan untuk diperingati oleh Yesus Kristus sendiri (nabi Isa).

Hari Raya Paskah jatuh pada saat bulan purnama pada atau setelah equinox musim semi. Mengapa demikian? Karena itulah yang diperintahkan Allah kepada bangsa Israel melalui Nabi Musa. Dalam Kitab Suci dikatakan Paskah diperingati pada tanggal 14 dan saat tumbuhan jelai (barley) mulai bernas. Tanggal 14 adalah bulan purnama, sedang jelai mulai bernas di Israel terjadi kurang-lebih saat equinox musim semi.

Bagi bangsa Israel, pada hari raya Paskah mereka memperingati kemerdekaan dari perbudakan selama 430 tahun di Mesir. Namun bagi umat Kristiani maknanya berbeda, yakni untuk memperingati kemerdekaan dari perbudakan dosa. Untuk mengetahui kapan hari raya Paskah tiba, kita harus menunggu sampai equinox tiba, yakni tanggal 21 Maret. Hari berikutnya, setiap sore, lihatlah ke langit untuk menunggu saatnya bulan purnama tiba. Nah, bila bulan punama tiba, hari itulah Hari Raya Paskah! He, he, he... teorinya kurang lebih demikian. Tapi pada kenyataannya, tidak pernah orang Kristen mempraktekkan pengamatan bulan. Hari raya Paskah ditentukan dengan cara dihitung (hisap). Cara menghitungnya cukup rumit kalau kita memakai pinsil dan kertas. Kalau kita menggunakan komputer, maka kita perlu program yang relatif sederhana. Cobalah anda ketik tahun pada "textbox" di bagian atas laman ini, kemudian click tombol hitung, maka seketika komputer akan menghitung hari raya Paskah untuk Anda.

Orang Kristen tidak memperingati Paskah saat purnama (seperti orang Yahudi), tapi menunggu beberapa hari sampai tiba hari Minggu. Artinya, kalau purnama jatuh tepat hari Minggu, maka orang harus menunggu 7 hari kemudian. Kalau purnama jatuh pada hari Senin, orang harus menunggu 6 hari kemudian dan seterusnya. Yah, berarti bulannya sudah mengecil jadi benjol bukan purnama lagi! Peringatan Paskah jatuh pada hari Minggu adalah hasil keputusan Konsili Nicea (tahun 325M). Bapak-bapak Gereja pada saat itu memutuskan memperingati Paskah pada hari Minggu agar sekaligus memperingati hari kebangkitan Yesus Kristus (Nabi Isa) dari kematian. Hari kebangkitan Yesus Kristus (Nabi Isa) memang jatuh pada hari Minggu.

Memaknai Paskah yang Sejati

Saya kurang paham apakah merayakan Paskah harus tepat pada saat bulan purnama (menurut Kitab Suci) atau hari Minggu (menurut konsili Nicea). Kapan waktunya menurut hemat saya "tidak penting-penting amat". Yang jelas kita wajib merayakannya dan memaknai perayaan itu dengan benar!

Inilah yang terjadi ketika Allah membebaskan orang Yahudi dari perbudakan di negeri Mesir pada hari Paskah: Orang Yahudi menyembelih domba dan makan roti tak beragi selama 7 hari. Domba harus disembelih, darahnya harus disapukan pada kedua tiang pintu dan ambang pintu. Daging domba dibakar, kemudian dimakan. Allah menimpakan azab Mesir untuk terakhir kali, yaitu anak sulung dari manusia maupun ternak akan mati.Terjadilah tangis duka yang amat pilu di seluruh negeri Mesir, ketika pada tengah malam malaikat maut datang dan semua anak sulung mati... baik anak manusia maupun anak hewan. Namun kematian tidak terjadi pada keluarga Yahudi, mengapa? Karena pintu rumah orang Yahudi diolesi darah domba, maka malaikat maut melewati rumah yang pintunya disapukan darah. Disinilah asal mula Paskah (passover), yang artinya dilewati. Rumah orang Yahudi dilewati/tidak didatangi malaikat maut. Hari raya Paskah ini diperingati oleh orang Yahudi hingga masa kini. Karena azab yang mengerikan tersebut, Firaun menyuruh orang-orang Yahudi keluar dari Mesir. Sejak saat itu orang Yahudi terbebas dari perbudakan di negeri Mesir dengan pertolongan Allah (Keluaran 12:1-42).

Yesus Kristus, sebagaimana orang Yahudi, merayakan Paskah secara rutin setiap tahun. Ada hari raya Paskah yang paling penting dalam kehidupan Yesus, yaitu hari raya Paskah terakhir, karena setelah itu Yesus ditangkap dan dihukum mati. Pada malam Paskah terakhir ini, Yesus makan roti dan minum anggur bersama murid-murid-Nya. Pada saat itu, Yesus tahu bahwa ajalnya hampir tiba. Yesus memaknai roti sebagai tubuh-Nya dan memaknai anggur sebagai darah-Nya. Hal ini mengingatkan kematian Yesus untuk menebus dosa dunia. Dengan memakan roti tak beragi (tubuh Yesus) dan minum anggur (darah Yesus), kita mengingat kematian Yesus. Sesungguhnya Yesuslah Domba Paskah itu (Lukas 22: 7-20).

Sesuai dengan perintah Yesus, Gereja secara rutin melakukan ritual makan roti tak beragi dan minum anggur. Ritual ini disebut Perjamuan Kudus. Oleh kematian Yesus Kristus, dosa kita diampuni, tapi itu belum selesai!!. Kita harus bekerja keras membersihkan diri dari dosa-dosa lama kita. Kita makan roti tak beragi, artinya dosa (ragi itu) harus dibuang jauh-jauh dari kehidupan kita (1 Korintus 5:7-8). Hal inilah yang banyak dilupakan orang. Melaksanakan perjamuan kudus berguna untuk mengingat kematian Yesus, juga menjadi bahan evaluasi diri. Sudahkah kita membuang ragi-ragi itu dari kehidupan kita?

Yesus merayakan Paskah yang terakhir kali bersama 12 murid-Nya. Yesus memberikan makna baru pada perayaan Paskah, yaitu untuk mengenang kematian-Nya. Gereja mempraktekkan ritual makan roti tak beragi dan minum anggur seperti yang diajarkan Yesus. Ritual ini yang dinamakan Perjamuan Kudus.

Cara Menghitung Hari Raya Paskah

Untuk pembaca yang tertarik dengan matematika, saya akan ungkapkan bagaimana cara menghitung hari raya Paskah. Hari raya Paskah adalah hari Minggu setelah bulan purnama Paskah(bpp). Sedang bulan purnama paskah (bpp) adalah purnama pertama pada atau setelah equinox 21 Maret. Konsep penanggalan Paskah Gereja mencontek kalender Yahudi. Lamanya purnama Paskah ke purnama Paskah berikutnya adalah 1 tahun lunar (=12 bulan lunar). Karena 1 tahun-lunar (candra) lebih singkat 11 hari dibandingkan 1 tahun-solar (surya), maka tiap tahunnya purnama Paskah akan maju 11 hari. Setelah beberapa tahun purnama Paskah akan jatuh sebelum equinox 21 Maret. Untuk mencegah hal tersebut, kadang-kadang datangnya purnama Paskah setelah 13 bulan lunar. Hal ini disebut tahun kabisat atau Shanah Me'uberet dalam bahasa Yahudi. Aturan kabisat kalender Gereja menggunakan siklus Metonic, yakni selama 19 tahun terdapat 7 kali tahun kabisat.

Terjadinya bpp paling lambat ketika purnama jatuh pada tanggal 20 Maret. Kita harus menunggu purnama berikutnya, 30 hari kemudian pada 20 + 30 = 50 Maret atau 50 - 31 = 19 April. Ini disebabkan lamanya bulan-lunar bisa mencapai 30 hari. Jadi disimpulkan bulan purnama Paskah itu terjadi dari 21 Maret sampai 19 April inklusif.

Misalnya kita ingin mencari bpp pada tahun 1976, maka amatilah kapan terjadi bulan purnama antara tanggal 21 Maret sampai tanggal 19 April. Ternyata bpp tahun 1977 terjadi pada tanggal 14 April. Tahun-tahun berikutnya kita tak perlu mengamati kapan terjadi bulan purnama, cukup dengan dihitung (hisap). Kalau kita percaya satu-tahun-lunar 11 hari lebih singkat dari satu-tahun-matahari (Gregorian), maka kita bisa tahu bpp itu mundur 11 hari tiap tahunnya. Jadi pada tahun 1977 adalah 14 - 11 = 3 April. Untuk (bpp) tahun-tahun berikutnya silahkan lihat Tabel 1.

Kita akan mencari bagaimana cara menghitung bulan purnama Paskah (bpp). Karena bpp harus terjadi antara 21 Maret sampai 19 April, kita bisa menulis bpp demikan:

Rumus (1)
bpp = 19 - epact
di mana epact adalah angka dari 0 - 29 inklusif.

Tiap tahun kita beri angka emas (golden number). Tahun 1976 golden numbernya 0. Tahun 1977 golden numbernya 1 dan seterusnya berurutan. Karena setiap tahunnya bulan purnama itu mundur sebelas hari maka

Rumus (2)
epact* = golden x 11 + offset1

Harga offset1 yang benar perlu kita cari, pada tahun 1976 yaitu golden = 0, harga pbb = 14 April. Dari Rumus (1) haruslah epact = 5. Dari rumus (2) dengan golden = 0 dan epact* = 5 didapat harga offset1 = 5.

Harga epact* belum tepat, karena nilainya harus antara 0 - 29 inklusif. Bila lebih dari 29, misalnya 30, 31, 32 dan seterunya, maka bpp akan jatuh sebelum 21 Maret, ini tidak boleh terjadi. Yang benar bpp harus terjadi 1 bulan ke depan atau 30 hari kemudian. Jadi epact harus dikurangi dengan 30. Ini sama dengan penyisipan bulan ke-13 pada tahun kabisat pada kalender Yahudi. Orang Yahudi menyebutnya Shanah Me'uberet (Shanah = tahun; Me'uberet = hamil). Jarak antara bpp ke bpp tahun berikutnya bisa 12 bulan-lunar atau 13 bulan-lunar (Shanah Me'uberet). Jadi rumus epact yang benar adalah:

Rumus (3)
epact = (golden x 11 + 5) mod 30, jika golden = 5 atau golden = 16 tambahkan epact dengan 1

Operator mod artinya modulo atau sisa pembagian. Pada javascript modulo menggunakan operator % . Mod 30 artinya sisa pembagian dengan 30. Akhirnya dengan Rumus (1) dan Rumus (3) kita dapat mengisi bpp pada Tabel 1 dengan benar.

Sayangnya Tabel Bulan Purnama Paskah menurut Gereja tidak tepat benar menuruti Rumus (3) (tanya kenapa), ada perkecualian untuk golden = 5 atau golden = 16. Misalnya pada pada golden = 5 purnama Paskah menurut Rumus (3) adalah 19 April padahal yang benar adalah 18 April. Karena itu bila dijumpai golden = 5 atau golden = 16 tambahkan epact yang didapat dari Rumus (3) dengan 1

Kalau kita percaya dengan siklus Metonic selama 19 tahun, kita tak perlu membuat golden number lebih dari 19 buah. Karena bpp akan mengulang secara siklus 19 tahun-an. Besarnya golden number dapat dicari dengan rumus berikut:

Rumus (4)
Golden = year Mod 19
dimana year adalah angka tahun.

Contoh: tanggal berapa purnama Paskah pada tahun 2017

Jawab: Pertama kali kita harus menghitung golden number atau bilangan emas dari tahun 2017

golden = 2015 Mod 19 = 3
2015 bila dibagi 19 hasilnya adalah 106 sisa 3

Jadi bulan purnama paskah (bpp) tahun 2017 adalah sama dengan purnama paskah yang mempunya golden=3 dari tabel didapat 11-April

Selain dengan tabel, kita bisa juga menghitung dengan rumus, hitung dulu epact dengan rumus(3) dimana telah diketahui golden = 3

epact = (golden x 11 + 5) mod 30
epact = ( 3x11 + 5) mod 30
epact = 38 mod 30
38 dibagi 30 hasilya 1 sisa 8, jadi
epact = 8

Sekarang gunakan rumus (1) untuk mencari bpp

bpp = 19 - epact
bpp = 19 - 8
bpp = 11 April (sama dengan hasil sebelumnya!!)
Bila pbb menghasilkan angka nol atau negatif, bpp perlu ditambah dengan angka 31, dan jatuh pada bulan Maret

Halaman web ini menggunakan rumus yang sama dalam menghitung tanggal bpp. Silahkan lihat code javascript-nya di bawah ini

<script type="text/javascript">
  var offset1 = 5;
  var offset2 = 5;
  var golden = year % 19;
  var epact = (golden * 11 + offset1) % 30
  if ((golden == 5)|| (golden == 16)){epact++}
  var bpp = 19 - epact;
  var nama =["Minggu", "Senin", "Selasa", "Rabu", "Kamis", "Jum'at", "Sabtu"]
  
  var kabisat1 = Math.floor(year/4);
  var kabisat2 = Math.floor(year/100);
  var kabisat3 = Math.floor(year/400);
  
  var jml_hari = year + kabisat1 - kabisat2 + kabisat3 + bpp + offset2
  var hari_purnama = jml_hari % 7
  var tanggal_paskah = bpp + 7 - hari_purnama;
  
  alert("Purnama = " + nama[hari_purnama] + 
  tanggal(bpp) + 
  "; paskah = Minggu" + tanggal(tanggal_paskah))
}  
  
function tanggal(x){
  var tanggal
   if (x > 0) 
     {tanggal = " " +  x + " april"}
  else 
     {x = x + 31; tanggal = " " + x + " Maret"}
  
  return tanggal  
}

function hitung(){
  var tahun = document.getElementById("tahun").value;
  tahun = parseInt(tahun)
  paskah(tahun);
}
</script>
Perhitungan belum selesai! Setelah tanggal bpp diketahui, kita perlu tahu kapan Minggu Paskah. Bagaimana rumusnya? Nanti saya beritahu pada pasal berkutnya.

Tabel 1 Bulan Purnama Paskah dan golden number yang bersesuaian. Tanda * adalah tahun kabisat (terdiri dari 13 bulan-lunar). Perhatikan ada 7 tahun kabisat selama 19 tahun siklus Metonic. Tabel ini berlaku untuk tahun 1900 sampai 2199.

Golden Number Tahun

Purnama Paskah (bpp)

0 1976 14 April *
1 1977 03 April
2 1978 23 Maret
3 1979 11 April *
4 1980 31 Maret
5 1981 18 April * (19-April)
6 1982 8 April
7 1983 28 Maret
8 1984 16 April *
9 1985 5 April
10 1986 25 Maret
11 1987 13 April *
12 1988 2 April
13 1989 22 Maret
14 1990 10 April *
15 1991 30 Maret
16 1992 17 April * (18-April)
17 1993 7 April
18 1994 27 Maret

Reformasi Perhitungan Paskah

Pada abad-abad pertama Gereja, perayaan Paskah dirayakan pada hari yang berbeda-beda. Karena itu pada Konsili Nicea (325M) dibuat aturan menentukan hari Paskah agar gereja merayakan Paskah pada hari yang sama. Keputusan Konsili Nicea adalah Hari Raya Paskah jatuh pada hari Minggu setelah purnama Paskah. Sedangkan purnama Paskah didefinisikan purnama pertama pada atau setelah equinox 21 Maret.

Pada saat itu Gereja menggunakan kalender Julian yang menganggap 1 tahun matahari 365,25 hari. Tetapi lama-kelamaan kalender Julian hanyut dalam kesalahan setelah lebih dari seribu tahun. Menurut kalender Julian, satu tahun adalah 365,25 hari, padahal harga yang tepat adalah: 365,24219 hari. Pada tahun 1582, setelah lebih dari 1000 tahun sejak konsili Nicea, ternyata datangnya equinox tidak tepat 21 Maret, tapi meleset sampai 10 hari. Saat itu equinox terjadi pada tanggal 11 Maret.

Dengan motivasi agar dapat menghitung Paskah dengan benar, yaitu berpatokan pada equinox 21 Maret, maka Paus Gregorius VIII mengeluarkan dekrit untuk menghilangkan 10 hari dari kalender Yulian dan menerapkan aturan Kabisat yang baru. Pada kalender Yulian aturan kabisat sangat sederhana, yakni tahun yang habis dibagi 4 adalah kabisat. Aturan kabisat pada kalender Gregorian lebih rumit, sebagai berikut:

Setiap tahun yang habis dibagi 4 adalah tahun kabisat, kecuali tahun yang habis dibagi 100, tetapi tahun tersebut adalah kabisat bila habis dibagi 400. Misalnya tahun 1704 adalah kabisat karena habis dibagi 4, tahun 1700, 1800, 1900 bukan kabisat karena habis dibagi 100. Tahun 2000 adalah kabisat karena habis dibagi 400.

Tahun biasa lamanya 365 hari, sedang tahun kabisat lamanya 366. Perbedaan tersebut terletak pada bulan Februari. Tahun biasa, bulan Februari selama 28 hari sedangkan tahun kabisat bulan Februari 29 hari.

Setelah kalender dimajukan 10 hari, equinox kembali jatuh pada 21 April. Dan dengan aturan kabisat yang baru, lamanya satu tahun mendekati harga yang tepat. Lamanya satu tahun dalam tahun Gregorian adalah :

365 + 1/4 - 1/100 + 1/400 = 365.2425 hari ( harga yang benar 365.24219 hari)

Dengan aturan kabisat ini, kalender Gregorian hanya salah 1 hari setelah lebih dari 3000 tahun!

Dekrit untuk mengganti kalender Julian dengan kalender baru (yang kemudian disebut Gregorian) ini ditaati oleh Gereja Katolik. Tentu saja! Karena Paus diakui sebagai pemimpin Gereja Katolik. Dekrit ini ditaati juga oleh Gereja Protestan yang notabene kaum pemberontak. Sayangnya Gereja Ortodox tidak mentaatinya. Mereka tetap menggunakan kalender Julian dalam menghitung hari raya Paskah. Akibatnya Gereja Katolik dan Gereja Ortodok merayakan Paskah pada hari yang berbeda. Konsili Nicea telah berhasil membuat Gereja merayakan Paskah pada hari yang sama. Namun reformasi Paskah Gregorius justru membuat perayaan Paskah berbeda kembali. Kini, kalender Gregorian menjadi kalender Internasional dan paling banyak digunakan!

Paus Gregorious telah melakukan reformasi Perhitungan Paskah, akan tetapi perhitungan aritmatika Paskah yang telah berlangsung ratusan tahun ini perlu direformasi sekali lagi! Direformasi sekali lagi!!??? Ya, betul! perlu direformasi sekali lagi. Ini alasannya: aritmatika Paskah gereja menggunakan siklus Metonic yang yakin bahwa:

19 tahun-matahari = 19 tahun-lunar + 7 bulan-lunar = 19x12 + 7 = 235 siklus sinodik bulan

Orang zaman dahulu sangat percaya siklus Metonik itu tepat sekali adanya, dianggap merupakan harmoni alam!! Tapi, benarkah demikian?? Mari kita periksa! Siklus sinodik bulan = 29,530589 hari. Lamanya 19 tahun matahari = 19 x 365.24219 = 6939,602 hari. Sedang 235 siklus sinodik bulan = 235 x 29,530589 = 6939,688 hari. Ternyata siklus Metonik itu tidak tepat benar. Dalam 19 tahun perbedaan 0,086 hari = 2jam. Karena itu siklus Metonik akan hanyut dalam kesalahan. Akan terdapat kesalahan 1 hari setelah 200 tahun. Itulah sebabnya bpp pada Tabel 1 hanya berlaku antaran tahun 1900 - 2199. Kelak di tahun 2200 (kalau dunia belum kiamat), kita harus membuat tabel yang baru.

Lagi pula menggunakan perhitungan aritmatika yang sudah berumur ratusan tahun ini dapat membuat kesalahan sampai 1 hari (kadang 2 hari) dari bulan purnama sesungguhnya. Dengan kata lain, purnama hasil perhitungan Gereja ini boleh jadi bukan purnama betulan, tapi bulan purnama yang terlihat di langit sudah agak benjol. Pergerakan bulan sangatlah kompleks, tidak bisa dihitung dengan aritmatika sederhana. Jadi hasil hitungan hanya menghasilkan harga rata-rata, bukan hasil sebenarnya (hakiki).

Belakangan ini, ada usulan untuk reformasi perhitungan aritmatika Paskah yang sudah amat-sangat kuno tersebut dengan perhitungan astronomi modern. Maksudnya supaya lebih tepat dan unifikasi hari raya Paskah. Selama ini ada perbedaan hari raya Paskah antara Gereja Katolik (menggunakan kalender Gregorian) dan Gereja Ortodoks (menggunakan kalender Julian). Usulan tersebut telah disetujui pada pertemuan Dewan Gereja Dunia (World Council of Churches) di kota Allepo, Suriah pada tahun 1977. Keputusan Dewan Gereja Dunia ini tidak mengubah ketetapan konsili Nicea, cuma mengusulkan perhitungan yang lebih teliti menggunakan ilmu astronomi.

Dalam perhitungan astronomi tersebut, Dewan Gereja Dunia menganjurkan: Equinox dan Purnama dihitung secara astronomis menggunakan waktu lokal kotaYerusalem, yakni tempat Yesus ditangkap dan diadili. Waktu lokal Yerusalem adalah UTC ditambah 2 jam 21 menit. Dengan cara ini hari equinox adalah hari equinox betulan (bukan kira-kira 21 Maret). Dan purnamanya juga purnama betulan, bukan purnama yang agak benjol. Pada Tabel 2 saya cantumkan perhitungan astronomi ala dewan gereja dunia. Ternyata jatuhnya purnama antara perhitungan astronomi dan perhitungan aritmatika umumnya (amazingly) sama. Kadang-kadang beda satu hari. Jadi hasil kerja Paus Gregorius ratusan tahun yang lalu kurang-lebih sudah benar. Perhatikan Paskah Yahudi umumnya sama dengan purnama Paskah. Memang Paskah Yahudi itu jatuh saat purnama, bukan hari Minggu.

Perhitungan astronomi sejatinya amat-sangat-rumit, hanya cocok dihitung menggunakan komputer. Jadi jangan heran kalau Paus Gregorius pada tahun 1500an memakai perhitungan aritmatika "sederhana" karena pada waktu itu belum ada komputer dan pengetahuan astronomi juga belum secanggih zaman sekarang. Kalau anda ingin tahu kapan jatuhnya equinox dan bulan purnama secara astronomis dapat melihat artikel di situs saya: menghitung posisi bulan. Atau anda dapat melihat pada situs NASA.

Contoh: Tentukan tanggal Paskah tahun 2019 menurut waktu Yerusalem jika diketahui equinox 20 Maret 2019 jam 21:58 UTC dan purnama 21 Maret 2019 jam 01:43 UTC

Jawab: Ubah dulu menjadi waktu lokal Yerusalem yaitu UTC ditambah 2 jam 21 menit.
Jadi Paskah 2019 menurut perhitungan astronomis adalah : equinox 21 Maret jam 00:19 dan purnama 21 Maret jam 04:04

Perhitungan astronomi (Dewan Gereja Dunia) dan perhitungan aritmatika (Gereja Katolik) umumnya mendapatkan hari raya Paskah yang sama, tapi bisa juga berbeda, misalnya tahun 2019 (lihat Tabel 2). Seandainya gereja-gereja mentaati keputusan Dewan Gereja Dunia, maka semua gereja di seluruh dunia akan memperingati hari raya Paskah pada hari yang sama (unifikasi Paskah) seperti yang di cita-citakan para bapak gereja pada Konsili Nicea. Namun sampai tulisan ini ditulis belum diketahui apakah ada gereja yang mempraktekkan perhitungan Paskah dengan perhitungan / hisap astronomi (hisap hakiki) seperti anjuran Dewan Gereja Dunia.

Tabel 2. Perbandingan hari raya Paskah hisap Astronomi (Dewan Gereja Dunia), Paskah hisap aritmatika (Gereja Katolik) dan Paskah Yahudi

Tahun Hisap Hakiki (Astronomi) Hisap Urfi (Aritmatika) Paskah Yahudi
Equinox Purnama Paskah Purnama Paskah
2014 20-Maret 19:00 Selasa 15-April 10:04 20-April Senin 14-April 20-April 15-April
2015 21-Maret 01:00 Sabtu 04-April 14:27 05-April Jum'at 03-April 05-April 04-April
2016 20-Maret 07:00 Rabu 23-Maret 14:24 27-Maret Rabu 23-Maret 27-Maret 23-April
2017 20-Maret 13:00 Selasa 11-April 08:31 16-April Selasa 11-April 16-April 11-April
2018 20-Maret 17:00 Sabtu 31-Maret 14:57 01-April Sabtu 31-Maret 01-April 31-Maret
2019 21-Maret 00:00 Kamis 21-Maret 03:58 24-Maret Kamis 18-April 21-April 20-April
2020 20-Maret 06:00 Rabu 8-April 04:56 12-April Rabu 8-April 12-April 9-April
2021 20-Maret 12:00 Minggu 28-Maret 21:13 04-April Minggu 28-Maret 04-April 28-Maret
2022 20-Maret 18:00 Sabtu 16-April 21:19 17-April Sabtu 16-April 17-April 16-April
2023 21-Maret 00:00 Kamis 06-April 06:56 09-April Rabu 05-April 09-April 06-April
2024 20-Maret 05:00 Senin 25-Maret 09:21 31-Maret Senin 25-Maret 31-Maret 23-April

Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya akan menuntaskan janji saya sebelumnya, yaitu bagaimana cara menghitung Minggu Paskah. Sebenarnya cara menghitung Minggu Paskah itu tak terlalu sulit apabila kita telah mengetahui tanggal bulan purnama Paskah (bpp). Selanjutnya kita perlu tahu bpp jatuh pada hari apa. Kalau jatuh pada hari Minggu, maka Minggu Paskah 7 hari kemudian. Kalau bpp jatuh pada hari Senin, minggu Paskah 6 hari kemudian. Kalau bpp jatuh pada hari Selasa, Minggu Paskah 5 hari kemudian...dan seterusnya.

Kalau hari Minggu kita beri indeks 0, hari Senin diberi indeks 1, hari Selasa diberi indeks 2 dan seterusnya, maka tanggal Minggu Paskah dapat kita cari sebagai berikut:

Rumus (5)
tanggal_Paskah = bpp + 7 - hari_purnama
di mana hari_purnama adalah indeks hari dari bpp

Untuk mencari indeks hari dari bpp kita harus mencari jumlah hari pada bpp. Kemudian dari jumlah hari tersebut kita cari sisa pembagian 7 (karena dalam seminggu ada 7 hari) untuk mendapatkan indeks hari. Karena dalam 1 tahun biasa terdiri 365 hari maka:

Rumus (6)
kabisat1 = floor(year/4)
kabisat2 = floor(year/100)
kabisat3 = floor(year/400)
jml_hari* = year*365 + kabisat1 - kabisat2 + kabisat3 + bpp + offset2

di mana floor adalah buang pecahannya dan ambil bilangan bulatnya, misalnya floor(3.14) = 3, floor (7.772) = 7

Tetapi karena kita hanya tertarik dengan mod 7 (sisa pembagian dengan 7) dari jml_hari, sedangkan 365 mod 7 = 1 maka kita boleh mengganti 365 dengan 1, maka rumus (6) dapat disederhanakan lagi menjadi:

Rumus(7)
kabisat1 = floor(year/4)
kabisat2 = floor(year/100)
kabisat3 = floor(year/400)
jml_hari = year + kabisat + kabisat1 - kabisat2 + kabisat3 + bpp + 5

Pada Rumus(7) didapat offset2 = 5 adalah sedemikian sehingga mod 7 dari jml_hari mendapatkan index hari yang benar. Sekarang indeks hari bpp hari_purnama dapat dicari

Rumus (8)
hari_purnama = jml_hari mod 7

contoh: Pada hari apakah purnama Paskah tahun 2017? Tanggal berapa Minggu Paskah tahun 2017?

Jawab:
Dari perhitungan sebelumnya, untuk tahun 2017, bpp = 11. Kita cari dulu jumlah hari jml_hari dengan Rumus (7)

kabisat1 = floor(2017/4) = floor( 504,25) = 504
kabisat2 = floor(2017/100) = floor(20,17)= 20
kabisat3= floor(2017/400) = floor( 5,0425) = 5
jml_hari = year + kabisat1 - kabisat2 + kabisat3 + bpp + 5
jml_hari = 2017 + 504 - 20 + 5 + 11 + 5
jml_hari = 2522

Sekarang kita cari indeks hari dari bpp dengan Rumus (8)
hari_purnama = jml_hari mod 7
hari_purnama = 2522 mod 7
hari_purnama = 2
2507 dibagi 7 adalah 360 sisa 2
jadi Bulan Purnama Paskah adalah jatuh pada hari dengan indeks 2, yaitu hari Selasa

Akhirnya tanggal Minggu Paskah untuk tahun 2017 dapat kita cari dengan Rumus (5), pada perhitungan sebelumnya didapat bpp = 11 April
tanggal_paskah = bpp + 7 - hari_purnama
tanggal_paskah = 11 + 7 - 2
tanggal_paskah = 16
Jadi minggu Paskah adalah tanggal 16 April

Sebagai penutup, selamat hari raya paskah bagi yang merayakannya, selamat mencoba menghitung hari Paskah! Terima kasih telah membaca artikel ini...

Bacaaan:
Dewan Gereja Dunia
Hitung Hari paskah
Wikipedia


Komentar:

elisabeth(2017-08-20 16:01:41)

Luarbiasa,Penuh dengan misteri ciptaan TUHAN.Saya sangat terkagum.terimakasih Tuhan yesus memberkati.


Silahkan tulis komentar anda: