Kisah Nabi Ayub

Ayub 38:1-2
Kemudian dari dalam badai TUHAN berbicara kepada Ayub, demikian: "Siapa engkau, sehingga berani meragukan hikmat-Ku dengan kata-katamu yang bodoh dan kosong itu?"

Ayub 38:31
Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika, dan membuka belenggu bintang Belantik?

Gugusan bintang Kartika (Pleiades) dan gugusan bintang Belantik (Orion) merupakan gugusan bintang yang paling dikenal hampir di setiap budaya. Di internet banyak beredar cerita di balik bintang-bintang menurut mitologi Yunani. Barangkali menarik pula jika kita mengungkap cerita tentang Orion menurut Alkitab (kitab suci agama Kristen). Kata-kata di atas adalah kutipan dari Kitab Ayub.

Kitab Ayub adalah kitab yang paling kuno dalam Alkitab. Tokoh nabi Ayub diperkirakan hidup 1700 tahun sebelum Masehi. Nabi Ayub sudah ada sebelum nabi Ibrahim. Isi dari Kitab Ayub berbentuk puisi yang sangat panjang, kira-kira terdiri lebih dari 1000 ayat. Sedangkan pembukaan dan penutup Kitab Ayub berbentuk prosa.

Ayub adalah orang yang hidup saleh. Kesalehan Ayub digambarkan sebagai berikut:

  1. Ayub berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan memandang anak gadis dengan berahi (ayub 31:1). Ayub sangat menjauhi zinah. Hal lain yang menarik dari diri Ayub adalah ia tidak berpoligami. Istrinya cuma satu.
  2. Ayub tidak pernah menipu atau berbuat curang (Ayub 31:5)
  3. Ayub tidak pernah mengabaikan hak, dan segera memenuhi ketika pegawainya menuntut haknya (Ayub 31:13)
  4. Ayub tidak pernah mengandalkan hartanya (melainkan hanya mengandalkan Allah) dan tidak sombong karena kekayaannya (Ayub 31: 24-25)
  5. Ayub hanya menyembah Allah, tidak menyembah berhala (Ayub 31:26-27)
  6. Ayub tidak bergembira jika musuhnya menderita atau celaka (Ayub 31:29)
  7. Ayub memberi gaji yang cukup kepada pegawainya, sehingga pegawainya kecukupan dengan makanan (Ayub 31:31)
  8. Ayub tidak membiarkan musafir tidak mempunyai tempat untuk bermalam. Beliau selalu membuka pintu untuk musafir menginap (Ayub 31:32). Pada zaman dulu belum ada hotel, juga banyak perampok, sehingga bila musafir bermalam di jalan tentu akan sangat berbahaya.
  9. Ayub memperhatikan orang miskin dan anak yatim. Tidak pernah menolak mereka ketika meminta bantuan. Menjadi orang tua asuh anak-anak yatim.(Ayub 31:15-17)
  10. Ayub tidak pernah membiarkan anak yatim kelaparan sementara ia sendiri berlimpah makanan (Ayub 31:17). dan lain-lain

Alkisah ada orang yang sangat kaya dan hidup saleh namanya nabi Ayub. Hidup Ayub amat saleh sehingga Allah memuji kesalehan Ayub. Setan sangat membenci orang yang saleh. Setan penasaran dengan nabi Ayub, pantas saja ia hidup saleh, karena nabi Ayub kaya raya. Coba bagaimana bila ia miskin, niscaya ia tidak lagi mengabdi kepada Allahnya. Setan diijinkan Allah untuk menguji iman Ayub. Setan boleh melakukan apa saja asal tubuh Ayub tidak disentuh. Setan membuat nabi Ayub miskin dalam waktu sekejap! Semua hewan ternak Ayub mati dan juga anaknya-anaknya meninggal semua. Sekarang tinggallah Ayub dan istrinya. Mereka berdua telah jatuh miskin dalam waktu sekejap saja, tanpa harta tanpa anak-anak.

Setan mengira dengan membuat Ayub miskin, maka Ayub akan perpaling dari Allah. Ternyata dugaan Setan salah! Sekalipun ia sudah menjadi miskin, ia tidak berdosa. Ia tetap bersyukur akan kebaikan Allah. Ayub tak menghiraukan keadaannya yang miskin, katanya:
"Dengan telanjang aku lahir ke dunia, dengan telanjang pula aku akan meninggalkan dunia, terpujilah Allah!" (1:21)

Hebat ya iman nabi Ayub! Iman yang kayak begini patut kita contoh. Sangat jarang kita menemui tingkat keimanan seperti nabi Ayub. Sekalipun kaya raya ia tidak sombong, karena ia sadar harta kekayaan yang ada padanya cuma titipan Allah untuk dikelola. Ayub merasa ia hanyalah pengelola (manager), ia merasa tidak memiliki harta tersebut. Harta tersebut kepunyaan Tuan (dengan T besar) kepada siapa ia mengabdi, yaitu Allah sendiri. Hal itu tercermin dari sikap Ayub dalam menggunakan hartanya. Ia tidak mementingkan diri sendiri. Ketika harta itu diambil dari padanya, Ayub tidak terguncang. Bagi Ayub harta itu milik Allah, bukan milik dirinya.

Kali ini setan dipecundangi oleh Ayub... tapi setan masih penasaran. Setan tahu, hal yang paling berharga bagi manusia adalah kesehatannya. Orang rela menjual seluruh hartanya demi mencari kesembuhan. Bagaiimana kalau Ayub diuji lagi dengan ujian yang super berat. Kepada Ayub ditimpakan penyakit yang sangat membuatnya sengsara. "Pasti kali ini iman Ayub akan goyah", pikir setan. Allah pun mengijinkan setan untuk menguji Ayub untuk kali kedua dengan penyakit, asal nyawanya jangan sampai melayang.

Kemudian Setan mendatangkan penyakit kulit yang amat parah pada Ayub, sehingga tubuhnya dipenuhi borok yang membuat hidupnya tidak lagi nyaman, terasa perih dan gatal di mana-mana. Usaha Setan yang jahat mendakwa Ayub di hadapan Allah sedikitnya membuahkan hasil... Ayub mulai kecewa terhadap Allah. Walaupun kita tahu pada akhirnya kita baca bahwa Ayub bertobat setelah Allah menegurnya. Hasilnya setan gagal lagi menjatuhkan Ayub. Perhatikan reaksi Ayub dan orang-orang sekelilingnya: Kesetiaan istri Ayub terhadap suaminya mulai goyah. Istrinya marah kepada Allah, ia menyuruh Ayub meninggalkan kesalehannya dan mengutuki Allah. Tetapi jawab Ayub: "Kaubicara seperti orang dungu! Masakan kita hanya mau menerima apa yang baik dari Allah, sedangkan yang tidak baik kita tolak?" Jadi, meskipun Ayub mengalami segala musibah itu, ia tidak mengucapkan kata-kata yang melawan Allah (Ayub 2:10).

Malang benar nasib perempuan itu! Sementara ia meratapi nasibnya, suaminya malah terus bertasbih. Dalam pandangan istrinya, Ayub seperti orang "dungu". Sebaliknya menurut Ayub, istrinyalah yang dungu. Menurut pendapat anda siapakah sebenarnya yang dungu?

Sahabat-sahabat Ayub menyangka Ayub telah berbuat dosa kepada Allah dan menyuruh Ayub bertobat. Menurut pengertian temannya, hanya orang jahat yang akan menerima hukuman dari Allah, sebaliknya orang yang tak berdosa tidak akan mengalami penderitaan. Ayub sendiri yakin bahwa ia tidak berbuat dosa kepada Allah. Pendapat teman Ayub: Pikirkanlah, pernahkah orang yang tak bersalah ditimpa celaka dan musibah? Aku tahu dari pengamatan bahwa orang yang membajak ladang kejahatan, dan menabur benih bencana, akan menuai celaka dan kesusahan! (Ayub 4:7-8)

Awalnya Ayub menerima nasibnya, tetapi sebagai manusia biasa seperti kita, ditimpa penyakit yang sangat menyengsarakan akhirnya membuatnya frustrasi juga. Beliau sempat putus asa dan menyesali kelahirannya ke dunia: Mengapa aku tidak mati dalam rahim ibu, atau putus nyawa pada saat kelahiranku? Mengapa aku dipeluk ibuku dan dipangkunya, serta disusuinya pada buah dadanya? (Ayub 3:11-12)

Ayub berburuk sangka terhadap Allah dan menuduh Allah tidak bijaksana: Engkau berlaku kejam terhadapku, Kautindas aku dengan seluruh kekuatan-Mu (Ayub 30:21)

Padahal Allah Mahabijaksana. Karena penderitaannya yang sangat berat, Ayub lupa bahwa Allah Mahabijaksana. Suatu ketika Allah menegur Ayub dengan menyuruh Ayub tafakur alam (merenungkan alam). Dengan merenungkan alam, Ayub sadar kembali bahwa Allah Mahabijaksana. Hikmat Allah terlalu agung, dan seringkali manusia (Ayub) tidak bisa memahami rencana Allah di balik penderitaannya.

Salah satu tafakur alam yang disuruh Allah kepada Ayub adalah mengamati rasi bintang Kartika (bintang tujuh / Pleiades) dan rasi bintang Belantik (Waluku / Orion).Simak bagaimana Allah menegur Ayub pada petikan ayat di awal artikel ini. Hal ini menyadarkan Ayub, betapa bintang-bintang yang tak terbilang jumlahnya itu terhampar di jagat raya yang maha luas, masing-masing beredar mengelilingi bumi menurut garis edarnya. Dan yang mengherankan Ayub, bintang-bintang yang jumlahnya tak terbilang seperti terikat satu sama lain. Bintang-bintang beredar dengan sangat teratur. Ayub sangat terpesona oleh fenomena alam tersebut... betapa Allah Mahabijaksana dan Mahaperkasa. Ayub telah menuduh Allah tidak bijaksana, padahal Allah Mahabijaksana. Ayub menyesali dosanya dan mencabut perkataannya.

Kini setelah ribuan tahun peradaban manusia, fenomena bagaimana bintang beredar pada tempatnya masih merupakan teka-teki abadi, meskipun ilmu astronomi sudah mengalami kemajuan yang sangat berarti dibandingkan pada zaman nabi Ayub.

Allah menerima pertobatan Ayub. Kemudian Allah memulihkan kesehatan Ayub. Kekayaan Ayub menjadi dua kali lipat dari semula. Dari istrinya yang setia (meskipun sempat menyuruh Ayub mengutuki Allah) Ayub mendapatkan 7 anak laki-laki dan 3 anak perempuan seperti sebelumnya. Anak-anak perempuan Ayub adalah gadis-gadis yang paling cantik sejagat, mereka bernama: Yemima, Kezia, dan Kerenhapukh. Sampai sekarang banyak orang tua menamai anak perempuan mereka dengan nama anak-anak Ayub. Saya tidak tahu mengapa, mungkin mereka berharap anaknya menjadi anak gadis yang paling cantik sejagat seperti anak gadis Ayub.

Banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik dari kitab Ayub, di antaranya:

  1. Kita harus mempunyai hati yang lembut seperti Ayub. Mudah ditegur dari kesalahan dan segera bertobat.
  2. Pendapat yang salah dari teman-teman Ayub: bahwa hanya orang yang menabur kejahatan yang akan menuai kesusahan. Padahal orang berada dalam kesusahan belum tentu karena kesalahannya. Ibaratnya begini: Semua burung punya sayap. Tapi yang punya sayap kan belum tentu burung, misalnya kupu-kupu, kelelawar dan seterusnya. Rupanya bagi orang beriman kesusahan merupakan ujian. Kita harus mampu melewati ujian tersebut tak lain agar tingkat keimanan kita menjadi lebih tinggi. Ayub mampu melewati ujian tersebut (meski sempat terpeleset). Karena itu Allah mempercayakan harta titipan yang lebih banyak daripada sebelumnya kepada Ayub.
  3. Kita harus percaya sepenuhnya kepada Allah. Kita tidak boleh menaruh curiga kepada Allah. Apa yang Allah berikan merupakan yang terbaik untuk kita. Ayub terpeleset disini. Ia sempat menyangka Allah berbuat jahat kepadanya. Untung Ayub segera bertobat.

Suatu ketika saya pernah merasa nelangsa. Saya bertanya-tanya mengapa saya mengalami hal yang buruk-buruk dalam hidup saya. Mengapa saya harus hidup menderita? Saya mulai menyalahkan Tuhan, menuduh Tuhan tidak adil. Pernahkah anda mengalaminya juga?

Apa yang harus kita lakukan bila kita mengalami penderitaan? Ada banyak hal yang saya dengar dari para rohaniwan, seperti butir-butir berikut ini:

  1. Jangan pernah menyalahkan Allah karena Dia Mahabijaksana, Mahaadil dan Mahakasih. Sebaliknya carilah apa kehendak Allah di balik penderitaan tersebut.
  2. Pasrahlah dan terimalah keadaan kita dan bangkitlah kembali. Tabahkan hati ketika menghadapi pencobaan, karena pencobaan yang kita alami tidak akan melebihi kekuatan kita.
  3. Jadikan penderitaan untuk mencapai tingkat iman yang lebih tinggi
  4. Jangan tenggelam dalam kesedihan tetapi arahkan hidup kita untuk mencapai hidup yang kekal (di sorga tidak ada air mata), karena hidup kita hanya sebentar saja di bumi ini.
  5. Selalu mengucap syukur dan memuji Allah.

Tafakur Alam

Reaksi yang umum dan wajar apabila seseorang tertimpa kemalangan adalah: Menyalahkan Allah! Inipula yang terjadi pada Ayub. Kalau saya dan anda mengalami hal demikian, adalah wajar sebagai manusia biasa kita terpukul dan mulai menyalahkan Allah. Namun demikian kita harus cepat bertobat (seperti halnya Ayub). Sebab sesungguhnya Allah itu Mahakasih, Mahabijaksana dan Mahaadil. Kalau kenyataannya tidak demikian menurut pandangan manusia, ini hanya disebabkan kita tidak dapat menjangkau pikiran Allah.

Darimana kita tahu Allah Mahabijaksana, Mahakasih dan Mahaadil? Kita dapat mengetahui hal itu dari Firman Allah yang tertulis dari kitab suci. Ayub mengetahui hal tersebut dari tafakur alam. Kok bukan dari kitab suci??? Ya iyalah kan kitab Ayub itu adalah kitab yang paling kuno. Jadi saat Ayub hidup belum ada kitab suci yang tertulis!

Kita yang hidup di zaman modern ini haruslah bersyukur, karena dengan membaca kitab suci, kita tahu Allah Mahabijaksana. Agar kita mengerti Allah Mahabijaksana, kita tak perlu memandang bintang-bintang di langit seperti yang dilakukan Ayub 3700 tahun yang lalu. Saya kuatir, sekalipun anda dan saya memandangi bintang di langit berjam-jam lamanya..., hasilnya tidak mendapat hidayah seperti halnya Ayub. Kesalehan kita pada umumnya kan jauh dibandingakan kesalehan Ayub. Pada kitab suci Al Qur'an banyak banget ayat yang mengatakan Allah Mahabijaksana, salah satunya:

"Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (Al Jumu'ah ayat 1)

Tafakur alam dengan memandang bintang di langit sangat bagus untuk meneguhkan (konfirmasi) iman kita. Ilmu Astronomi sekarang sudah sedemikan maju. Dengan bantuan Ilmu Astronomi peneguhan iman kita akan lebih mudah. Mari kita tafakur alam, mengamati Belantik (Orion) dan Kartika (Pleiades) seperti yang dilakukan Ayub. Supaya kita tidak salah lihat, sebaiknya kenali dahulu penampakan dari rasi-rasi bintang tersebut. Silahkan nikmati foto-foto hasil copy-paste di Internet berikut ini.

Orang Jawa menyebut bintang Belantik (Orion) sebagai lintang Waluku (mata bajak). Orion termasuk bintang yang paling mudah dikenali dan mudah dilihat di seluruh dunia karena terlihat di equator langit. Rasi bintang ini paling mudah dilihat pada bulan Desember. Penampakan Belantik seperti gambar di bawah ini:

Berikutnya adalah foto dari bintang Kartika (Pleiades) "tujuh bidadari". Orang Jawa menyebutnya lintang Wuluh. Nama lain Seven Sisters, atau Bintang Tujuh. Di negara kita Bintang Toejoe dikenal sebagai obat sakit kepala, maksudnya tak lain adalah Pleiades. Gugus bintang ini paling mudah dilihat pada bulan November.

Yang paling cantik dari ke tujuh bidadari (sisters) menurut mitologi Yunani bernama Maia. Banyak anak perempuan yang diberi nama Maia. Lagi-lagi dengan harapan menjadi gadis tercantik! Yah, capek deh!

Kalau anda ingin melihat Belantik dan Kartika di langit malam ini juga, ikutilah petunjuk praktisnya pada tulisan saya yang lain!

Setelah kita berhasil menemukan rasi bintang itu dan menikmati keindahannya, kini giliran kita bertafakur alam. Sebagai bahan renungan kita adalah sesuatu hal yang membuat Ayub terheran-heran yakni "Bagaimana bintang itu terikat satu sama lain???". Ratusan milyar bintang-bintang terikat dalam gugusan yang disebut Galaxy. Bumi, matahari, bintang belantik, bintang kartika dan ratusan milyar bintang lain berada pada Galaxy Milky way. Ya, milky way adalah tanah air kita di alam semesta. Di Indonesia Milky way dinamakan Bima Sakti. Nama itu diberikan oleh presiden pertama Soekarno, ketika beliau berkunjung ke observatorium Bossca (Lembang-Bandung).

Bima Sakti adalah galaxy jenis barred-spiral berbentuk cakram pipih. Pusat galaxy merupakan massa yang sangat masif, berupa "black hole". Di dalam Bima Sakti ada lengan spiral di mana 200 milyar bintang termasuk matahari kita tersebar di lengan spiral tersebut. Matahari kita (sun) terletak hampir di tepi Bima Sakti. Wow, betapa menakjubkan! Gambar di atas hanya perkiraan para astronom, tentunya kita tidak bisa secara langsung melihat Bima Sakti karena kita sendiri berada di dalam Bima Sakti.

Belantik, Kartika atau bintang - bintang cemerlang yang sehari-hari kita lihat termasuk bintang dalam Bima Sakti yang jaraknya dekat. Misalnya Betelgeuse bintang yang kemerah-merahan pada rasi Belantik jaraknya "cuma" 640 tahun cahaya. Sebagian bintang-bintang dalam Bima Sakti jaraknya amat jauh dari bumi. Apabila kita mengarahkan pandangan kita ke bidang cakram Bima Sakti di malam hari yang cerah, tak ada cahaya bulan, maka di langit akan tampak ratusan milyar bintang dalam satu jalur, membentang luas mengelilingi bola langit, laksana tumpahan susu. Itulah galaxy di mana kita berada. Galaxy itu artinya susu dalam bahasa Yunani, yang diterjemahkan sebagai Milky way (jalan susu). Penulis sendiri belum pernah melihatnya (kasihan deh loe!) karena tinggal di kota Bandung yang penuh dengan lampu-lampu kota di malam hari. Kita harus pergi ke luar kota yang tidak ada penduduknya (sehingga tidak ada penerangan) untuk melihatnya. Cahaya Bima Sakti begitu redup, itulah sebabnya lingkungan harus gelap gulita untuk dapat melihatnya. Terlihat sangat redup karena letak bintang-bintang itu sangat jauh. Diameter (rentang) Bima sakti 100 - 120 ribu tahun cahaya. Wow, wow jauh sekali. Bayangkan 1 tahun perjalanan cahaya bila kita tempuh dengan pesawat jet baru sampai satu setengah juta tahun kemudian. Bagi anda yang belum pernah melihat Bima Sakti silahkan lihat fotonya. Lumayan walau tak sedramatis kalau kita lihat langsung.

Saya terkagum-kagum melihat struktur Bima Sakti yang berbentuk spriral . Saya juga bertanya-tanya bagaimanakah gerangan pergerakan ratusan milyar bintang dalam Bima Sakti. Bagaimana bintang-bintang itu ada di sana, mempunyai lintasan sendiri-sendiri mengelilingi pusat Bima sakti. Katanya matahari kita perlu 220 juta tahun untuk mengelilingi Bima Sakti dalam satu putaran.

Kalau kita umpamakan Bima Sakti adalah kerajaan bintang di mana ratusan milyar bintang (termasuk matahari kita) diikat dalam satu galaxy, ternyata di alam semesta ini ada galaxy lain. Contoh galaxy yang dekat dengan Bima Sakti (local group) kita adalah Galaxy Andromeda. Penampakan Galaxy secara lengkap seperti ini hanya dapat dilihat dengan teropong yang kuat.

Andromeda adalah galaxy spiral, jaraknya amat jauh, 2.5 milyar tahun cahaya. Di dalam Andromeda diperkirakan terdapat 1 triliun bintang (seribu milyar). Berapakah galaxy lain di alam semesta? tidak ada yang tahu, tapi dengan teropong yang sangat-sangat kuat, ada ratusan milyar galaxy yang dapat terlihat (tetapi berapa yang tak terlihat??). Wow, wow, wow! maha luas alam semesta ini, kita hanyalah sebutir debu. Dan yang paling penting, Allah sanggup memelihara alam semesta yang luas ini. Jika demikian, masihkah ada anak manusia yang berani berkata Allah tidak Maha Bijaksana hanya karena kita memgalami penderitaan???


Komentar:

rumanap(2017-03-10 09:18:43)

ayatnya sama dengan yang tertulis di alkitab

fauzan(2016-06-14 16:23:48)

Allahu Akbar Terimakasih atas tulisannya. Sangat bermanfaat. Kenapa tidak dibuat link ke medsos biar lebih tersebar tulisan-tulisan yang sangat bagus ini?

effendy(2016-04-29 06:36:29)

allahu akbar

Ai(2015-07-02 08:35:58)

Subhanallah


Silahkan tulis komentar anda: